Obyek Wisata Curug Penisihan Purbalingga Jawa Tengah

0 78

Curug Penisihan

Curug Penisihan merupakan tempat wisata air terjun yang ada di Purbalingga. Curug Penisihan ini dari aliran Sungai Klawing yang letaknya hampir mendekati hulu sungai.

Lokasi

Curug ini masuk Grumbul Penisihan, Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Curug Penisihan memiliki tinggi 8 meter dengan kolam berdiameter 25 meter yang punya kedalaman sekitar 10 meter.

Aksesbilitas

Untuk sampai ke Curug Penisihan, berjarak sekitar 14 kilometer ke arah utara dari pusat Kota Purbalingga dan 2 kilometer arah utara dari pusat Kecamatan Bobotsari. Bila berkendaraan umum, dari terminal Purbalingga bisa naik bis kecil jurusan Purwokerto-Bobotsari, bis sedang jurusan Purwokerto-Pemalang, atau angkutan kota jurusan Purbalingga-Bobotsari.

Setelah sampai di terminal Bobotsari, untuk sampai ke Desa Palumbungan bisa naik angkutan desa jurusan Palumbungan atau naik ojek. Dari Grumbul Penisihan, untuk mencapai Curug Penisihan, harus berjalan menelusuri sawah dan tebing yang semakin memanjakan pandangan kita pada keindahan alam dan tantangan tersendiri.

Di Purbalingga, yang dikenal sebagai “Kota 1000 Curug”, tidak hanya Curug Penisihan yang bisa dikunjungi. Jarak sekitar 1 dan 2 kilometer ke arah utara Curug Penisihan, bisa mendatangi Curug Sumba dan Curug Cilintang. Sementara 2 kilometer dari Curug Penisihan ke arah barat daya dapat berkunjung ke Curug Ciputut. Sekitar 7 kilometer arah selatan Curug penisihan, dijumpai Curug Nini.

Air terjun yang jatuh cukup deras di Curug Penisihan dengan kubangan jatuhnya air yang luas dan dalam, menjadi kehidupan berbagai jenis ikan sungai. Dengan demikian, para penghobi mancing pun berdatangan hampir setiap harinya.

“Sungai ini hampir tidak pernah kering, makanya menjadi salah satu tempat yang saya sukai untuk memancing. Di samping jaraknya yang dekat dari rumah saya,” tutur Slamet (44), warga Desa Dagan, desa yang bersebelahan dengan Desa Palumbungan.

Setiap kali memancing di kubangan Curug Penisihan, Slamet berangkat selepas waktu duhur. Bila keberuntungan tidak sedang berpihak, ia akan pulang selepas waktu asar. Namun, bisa menjelang waktu maghrib baru pulang bila banyak ikan yang memakan umpan di pancingnya.

Slamet tidak pernah menjual hasil pancingannya pada orang lain. Berbagai jenis ikan akan ia dan keluarganya konsumsi sendiri bila lebih akan dibagi ke tetangga. “Di sungai ini masih ada ikan Melem, Brek, Pelus, dan Tambra,” ujar penghobi mancing sejak kecil yang juga berprofesi sebagai tukang pemotong kayu ini.

Source wisata purbalingga
Comments
Loading...