Obyek Wisata Candi Selogriyo Magelang Jawa Tengah

0 156

Candi Selogriyo

Candi Selogrio merupakan sebuah peninggalan purbakala yang terdapat di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jateng. Diperkirakan bila candi ini dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno, abad ke-9 M. Candi Selogrio terletak di lereng timur dengan kumpulan tiga bukit, yaitu Bukit Condong, Malan dan Giyanti dengan ketinggian mencapai 740 meter dari atas permukaan laut.

Lokasi Candi Selogrio 

Candi Selogrio terletak pada Dusum Campurrejo Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Untuk menuju lokasi tersebut, rute terdekat ke kawasan wisata ini melalui jalur Magelang-Bandongan. Sampai di Pasar Bandongan, Anda bisa belok ke arah kanan untuk menuju ke Kecamatan Windusari. Di pertigaannya terdapat papan penunjuk arah ke Candi Selogrio Magelang.

Sejarah Candi Selogriyo

Candi Selogriyo adalah peninggalan masa Hindu sekitar abad ke-9 yang antara lain ditandai arah hadap pintu ke Timur, adanya arca Ganesha, Durga, Agastya, Mahakala dan Nandiswara di candi tersebut. Candi ini ditemukan dalam keadaan runtuh dan direkonstruksi menjadi bentuk seperti sekarang ini. Candi ini pernah direkonstruksi ulang setelah mengalami kerusakan parah akibat longsor pada 31 Desember 1998.

Kondisi Candi Selogriyo

Untuk menuju ke lokasi Candi ini agak sulit dikarenakan letak candi yang berada di daerah cukup terpencil dengan kondisi jalan setapak yg hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda 2 atau dengan berjalan kaki. Terdapat beberapa batu2 candi yg tidak bisa terpasang dan diletakkan di halaman Candi.

Bagunan Candi Selogriyo

Bangunan candi ini sangat unik, bergaya arsitektur Indonesia klasik dengan latar belakang agama Hindu sebagai kiblatnya yang menghadap ke timur. Di keempat sisi dinding bangunannya terdapat lima buah reling tempat arca pewujudan dari dewa.

Arca tersebut adalah Ganesa berada di dinding barat, Durga Mahisasuramardini berada di dinding utara, Agastya berada di dinding selatan dan juga Nandiswara serta Mahakala berada di dinding timur. Keistimewaan lain yang dimiliki oleh candi ini adalah bentuk puncaknya yang unik, seperti buah keben dan kemuncak tersebut diberi nama amalaka.

Candi Selogriyo Magelang ini hancur pada Desember 1998 karena bukit yang menjadi tempat bangunannya berdiri mengalami longsor. Proses rekonstruksi yang dilakukan ulang selesai tahun 2005, waktu yang cukup lama. Karena sudah berada dalam kondisi baik lagi, alangkah baiknya jika kita bersama-sama turut serta untuk menjaga dan melindungi keindahan dan sejarah dari peninggalan candi sehingga anak dan cucu kita nanti bisa melihat keindahan dan sejarahnya dengan cukup baik, mungkin tidak seutuh aslinya namun masih dalam kondisi baik untuk dilihat.

Source candi selogriyo magelang
Comments
Loading...