Negeri Morella Maluku

0 9

Pesona Negeri Morella

Negeri Morella adalah salah satu negeri adat yang masuk dalam wilayah Kecamatan Leihitu. Negeri ini kurang lebih berjarak 109 Km dari ibukota Kabupaten Maluku Tengah dan 35 Km dari ibukota Provinsi Maluku. Negeri Morella berada di sepanjang pesisir pantai dengan ketinggian bervariasi di atas permukaan laut. Secara umum daratan negeri ini berupa pegunungan dan perbukitan, sehingga negeri ini juga sering dijuluki Negeri Seribu Bukit.

Sarana perhubungan dengan Kota Ambon sebagai ibukota provinsi dihubungkan dengan jalan darat dengan konstruksi jalan beraspal. Sedangkan dengan ibukota kabupaten dihubungkan dengan kapal cepat Tulehu – Amahai, atau lintas darat yang dihubungkan dengan Ferry Hunimua – Waipirit. Mayoritas masyarakat Negeri Morella sebagai petani dan nelayan, sebagian lainnya berprofesi sebagai pedagang, pertukangan, dan pegawai negeri sipil. Potensi Sumber Daya Alam Negeri Morella ditunjang dengan potensi alam baik darat maupun laut yang cukup baik.

Potensi darat yang dimiliki negeri ini antara lain Pala, Cengkeh, Coklat, Kelapa, Damar, Rotan, Kayu, Sagu dan sebagainya. Selain potensi tersebut, negeri ini juga terkenal dengan pemandangannya yang indah baik di wilayah pantai maupun daratan atau pegunungan.

Diantaranya adalah pemandangan Tanjung Setan yang berada di Negeri Morella sangat menunjang untuk lokasi wisata bahari, karena memiliki pantai yang eksotis, laut yang didalamnya tersimpan banyak sekali keanekaragaman hayati dan dari 20 spesies prioritas yang menjadi target penting Kementerian Kelautan dan Perikanan 8 diantaranya berada di Negeri Morela, Spesies prioritas tersebut diantaranya Penyu, Napoleon, Kima, Lola, Teripang, Paus/Lumba-Lumba.

Bambu Laut dan Sidat. Khusus untuk kima berdasarkan informasi penduduk setempat di Negeri Morella memiliki jumlah kima yang sangat banyak. Melihat potensi kima yang cukup besar ini maka Loka PSPL Sorong menginisiasi pembuatan Kebun Kima di Morella. Program ini bertujuan untuk pelestarian kima, pariwisata bahari, wisata edukasi dan juga meningkatkan perekonomian desa.

Untuk Propinsi Maluku, setelah pemberlakuan otonomi daerah maka penamaan desa kembali disebut “Negeri” dengan kepala pemerintahan seorang “Raja”. Hal ini dimaksudkan agar nilai-nilai kearifan lokal tidak hilang tergerus dengan perkembangan jaman. Layaknya sebuah kerajaan dimana penerus tahta adalah keturunan raja sebelumnya, maka demikian pula terjadi dalam pemilihan raja negeri. Calon raja terpilih minimal masih memiliki hubungan darah dengan raja-raja negeri sebelumnya, atau disebut Matarumah Negeri. Kemudian yang memutuskan siapa raja terpilih adalah para Saniri Negeri, tetua-tetua adat negeri yang sehari hari membantu raja.

Seorang raja memiliki masa pemerintahan 5 tahun, dan setelah itu dapat dipilih lagi. Keputusan Saniri Negeri akhirnya dilegitimasi dalam SK Bupati Maluku Tengah. Dikarenakan sistem pemerintahan Negeri Morella dipimpin oleh Raja, dimana seorang raja merupakan kepala pemerintahan maka raja tersebut sangat dihormati oleh penduduk Negeri Morella, sehingga apapun keputusan dari Raja Negeri Morella maka otomatis masyarakatnya akan mematuhi keputusan tersebut.  Terkait dengan rencana “kebun kima” yang sudah memperoleh dukungan dari Raja Negeri Morella maka kegiatan tersebut diharapkan akan berjalan lancar kedepannya dengan dukungan dari Raja dan Masyarakat Negeri Morella Sendiri.

Source http://lpsplsorong.kkp.go.id http://lpsplsorong.kkp.go.id/pesona-negeri-morella
Comments
Loading...