Museum Rumah Adat Baanjuang, di Kota Bukittinggi

0 7

Museum Rumah Adat Baanjuang

Museum Rumah Adat Baanjuang juga disebut Rumah Gadang oleh masyarakat minang. Selain berfungsi sebagai museum, bangunan ini juga membentuk rumah adat Minang sehingga menciptakan kesan adat dan tradisional yang kental.  Museum Rumah Adat Baanjuang, atau yang lebih di kenal dengan sebutan Museum Rumah Gadang ini berada di kompleks kebun binatang kota Bukit Tinggi. Lebih tepatnya lagi, museum ini beralamat di Jalan Cindur Mato nomor 1, Pasar Atas, Bukit Tinggi, Sumatera Barat.  

Museum ini dibuat dengan bentuk Rumah Adat Tradisional kebudayaan Minangkabau, dengan anjungannya yang berada pada sisi kiri dan kanan rumah tersebut. Bangunan dengan bentuk rumah ini, meski sangat sederhana, namun kesan yang ditampilkankan sangatlah berkelas. Padahal atapnya hanya dari ijuk, dinding yang terbuat dari campuran kayu dan bambu, serta lantai yang berbahan dasar kayu.

Beberapa koleksi yang ada di museum ini terbagi menjadi beberapa kategori, misalnya seperti etnografi, numismatik, dan biologi. Selain itu, disini juga terdapat beberapa replika peninggalan-peninggalan sejarah kebudayaan Minangkabau, dan juga beberapa binatang yang telah di awetkan setelah mereka mati untuk di jadikan pajangan.

Jika dari kota Bukittinggi, untuk menemukan lokasi dari Museum Rumah Adat Baanjuang ini juga tidaklah sulit. Sahabat Sporto bisa menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkutan umum. Apalagi lokasi dari objek wisata ini tidak jauh dari jantung kota Bukit Tinggi. Selain menggunakan kendaraan pribadi, Sahabat Sporto bisa menggunakan angkutan umum untuk menuju ke lokasi dari Museum Rumah Gadang ini.

Angkutan umum yang bisa digunakan adalah angkutan kota, ojek, ataupun delman yang disebut bendi oleh masyarakat setempat. Angkutan-angkutan tersebut bisa anda temukan di terminal pasar atas di kota bukit tinggi ataupun di jalan-jalan langsung. Tak perlu takut kehabisan, ada banyak sekali bendi yang siap mengantar anda berkeliling kota Bukit Tinggi dengan santai sambil menikmati suasana kota.

Untuk masalah tarif, untuk angkutan umum tarifnya kurang lebih sekitar 3 ribu per orang nya, sedangkan untuk bendi disesuaikan dengan seberapa jauh jarak yang anda tempuh, tapi meski agak lumayan jauh, patokan harganya tidak akan semahal taksi kok. Selain menggunakan angkutan kota dan bendi, Sahabat Sporto juga bisa menggunakan mobil sewaan, jasa travel, atau pun mobil pribadi.

Tetapi jika Sahabat Sporto sudah berada di pusat kota, anda bisa langsung berjalan kaki saja, karena jarak yang tidak begitu jauh. Tanggal 1 juli 1935 adalah hari dimana museum yang dikenal dengan nama Museum Rumah Adat Baanjuang ini dibangun, saat itu Negara kita, Indonesia ini masih dalam jajahan Belanda, museum ini di bangun oleh Mr. Mondelar Countrouller. Museum ini dinamakan menjadi Museum Baanjuang, setelah beberapa waktu kemudian, tepatnya setelah Negara Indonesia ini merdeka, namanya Museum ini berubah menjadi Museum Bundo Kanduang.

Hal itu ternyata belum tepat menurut beberapa pihak, jadi pada akhirnya, pemerintah daerah setempat menetapkan nama untuk Museum ini sebagai Museum Rumah Adat Baanjuang, berdasarkan dengan ketetapan dan peraturan daerah kota Bukit Tinggi tahun 2005. Kemudian, museum ini akhirnya berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata, seni, dan kebudayaan kota Bukit Tinggi. Untuk masuk ke rumah adat ini, anda harus membayar biaya masuk area taman sebesar 8 ribu untuk orang dewasa serta 5 ribu untuk anak-anak. Hal ini dikarenakan rumah adat ini masuk dalam komplek taman wisata bundo kandung.

Source https://sportourism.id https://sportourism.id/history/museum-rumah-adat-baanjuang-melihat-jejak-sejarah-di-bukittinggi
Comments
Loading...