Warning: unlink(/tmp/dfa16b13c44bbe524bb9588b94873dba-V9ifXt.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Museum Flora Dan Fauna Kota Tarakan

0 57

Museum Flora Dan Fauna Tarakan

Kota Tarakan atau Bumi Paguntaka merupakan satu – satunya kota di provinsi kalimantan utara, menjadi kota terkaya ke-17 di indonesia dengan luas wilayah 250,80 km2, berpenduduk 239.787 jiwa, nama Tarakan berasal dari bahasa tidung “Tarak” yang berarti bertemu dan “Ngakan“ yang berarti makan, untuk bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dari nelayan lain. kota Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Sungai Sesayap, dan Sungai Malinau.

Dengan kota Tarakan dikelilingi laut mengakibatkan banyaknya flora dan fauna yang berkembang biak dan hidup di Bumi Paguntaka ini,  di Tarakan mempunyai salah satu objek wisata yang berisikan tentang flora dan fauna, yaitu “ MUSEUM FLORA & FAUNA “ museum ini diresmikan oleh Ir. Sofian Raga, M. Si. selaku Walikota Tarakan pada Tanggal 06 November.

Sebelum menjadi Museum dahulu ini adalah sebuah rumah yang difungsikan sebagai rumah dinas pegawai sipil Belanda di Tarakan. Keberadaan pegawai sipil ini terkait dengan kedudukan Tarakan sebagai pusat pemerintahan asisten residen yang dibentuk pada tahun 1935. dan pada tahun 1945 roemah boendar ini difungsikan oleh tentara sekutu Australia sebagai pemulihan lingkungan Tarakan yang rusak berat akibat perang.

Museum ini beralamatkan di jalan Danau Jempang, tepatnya di sisi kiri gedung DPRD Tarakan. dan pada tahun 2003, pemerintah daerah kota Tarakan membebaskan bangunan ini untuk dilestarikan sebagai bangunan cagar budaya. kemudian bangunan ini difungsikan sebagai tempat perawatan warisan budaya dan pelayanan informasi sejarah Tarakan , dan pada 06 November 2017 menjadi Museum Flora & Fauna Di dalam museum ini terdapat berbagai koleksi binatang dan tumbuh – tumbuhan endemik Tarakan.

Pemkot membuat tempat ini sebagai sarana edukasi bagi warga kota Tarakan dan turis lokal maupun mancanegara yang datang ke Tarakan , museum ini buka setiap hari dari pukul 08.00 Wita s/d 16.00 Wita. Pada saat measuki ruang utama museum kita diperlihatkan pohon kayu Gaharu yang panjangnya kurang lebih 2 meter terpajang dan membuat pelancong bertanya tanya, pasalnya kayu ini memiliki bau yang khas dan harga yang cukup fantastis, harganya bisa mencapai miliaran rupiah Didalam museum ini terdapat kurang lebih 115 flora & fauna endemik Tarakan, baik jenis kayu, bunga – bunga, unggas, hewan, dan ikan yang masih berupa foto.

Dan beberapa binatang yang sudah diawetkan, contohnya lobster bambu, ikan pepija, kepala beruang madu, jenis kerang kerangan (tudai/kerang darah, temberungun, bekicot, keong kecil, siput bakau, keong hijau, keong panjang kecil, kerang kapah, keong besar, dan kerang pahat) pada kodok dan katak memiliki kodok asia biasa, katak sabah borneo, katak pohon bergaris, katak hutan, katak sungai besar DLL, lalu dalam flora seperti kayu meranti merah, kempas, nyatoh, meranti putih, ulin, gaharu, kapur, bangkirai dan masih banyak lagi. Salah satu binatang yan dianggap khas ialah Singapuar, jumlahnya sendiri menurut informasi masih minim, hanya 3 ekor yang berada dihabitat hutan lindung.

Source http://pesonatimur.com http://pesonatimur.com/pesonakaltara/pesonatarakan/wisata-belajar-di-museum-flora-dan-fauna-tarakan/
Comments
Loading...