Museum Barli, Wisata Sejarah di Bandung Jawa Barat

0 212

Museum Barli

Museum Barli merupakan salah satu wisata saejarah museum ini milik perorangan. Koleksi Museum Barli terdiri dari lukisan berbagai pelukis, termasuk Barli sendiri.Selain itu, pada museum tersebut juga terdapat koleksi berupa patung-patung dari berbagai pematung. Program museum ini adalah pameran tetap, pameran keliling, sekolah melukis, dan penyebarluasan informasi melalui berbagai acara dan media.

Museum Barli adalah sebuah galeri seni yang didirikan dengan gagasan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya mengapresiasi seni, khususnya seni lukis. Ruang galeri ini terbuka untuk seniman yang ingin menampilkan karyanya agar bisa dinikmati secara khusus. Museum ini diresmikan oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (MENPARPOSTEL) tanggal 26 Oktober 1992. Karya lukis yang dipamerkan dalam ruang galeri ini sebagian besarnya adalah lukisan karya Barli Sasmitawinata dan karya anaknya bernama Agung Wiwekakaputera.

Barli Sasmitawinata lahir di Bandung, 18 Maret 1921—8 Februari 2007. Dia adalah pelukis realis Indonesia yang mulai menekuni dunia lukis sekitar tahun 1930-an dan menjadi salah seorang anggota “Kelompok Lima” yang beranggotakan Affandi, Hendra Gunawan, Sudarso, dan Wahdi. Dia mulai belajar melukis di studio milik Jos Pluimentz, pelukis asal Belgia yang tinggal di Bandung. Di sana, dia belajar melukis alam dan benda. Dia dikenal pula sebagai seorang yang menekankan pentingnya pendidikan seni rupa. Tahun 1948 bersama Karnedi dan Sartono, dia mendirikan studio Jiwa Mukti. Setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri dia mendirikan Sanggar Rangga Gempol di kawasan Dago, Bandung, tahun 1958.

Lokasi Museum Barli

Lokasi Museum Barli Bandung berada Jl.Prof Sutami 91, Bandung. Museum Barli juga kerap dipakai untuk kegiatan pameran seni rupa, diskusi, sarasehan kesenirupaan, workshop, pelatihan studio keramik dan seni lukis. Museum Barli didirikan pada tahun 1990 dan diresmikan pada bulan Oktober 1992 oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi, Bapak Soesilo Soedarman. Nama Barli diambil dari nama seorang pelukis Indonesia, yaitu Barli yang telah meninggal pada tahun 2006.

Akses Menuju Museum Barli

Untuk mencapai tempat itu setelah Anda mengunjungi Taman Budaya Dago atau Dago Tea House, Anda harus mengambil jalan Dago Pojok ke Jalan Ir. H. Juanda. Dari sana belok kanan, ikuti Jalan Dayang Sumbi dan Jalan Tamansari ke Jalan Siliwangi. Setelah itu ambillah jalan Setraria, kemudian belok kanan menuju Jalan Prof. Ir Sutami, tujuan Anda ada di sebelah kanan. Anda butuh waktu kurang lebih 19 menit untuk mencapai tempat itu dengan berkendara.

Source Jalan Wisata Bandung Bandung
Comments
Loading...