Monumen Tri Yudha Sakti Singaraja, Bali

0 167

Perjuangan rakyat Bali melawan para penjajah di masa lalu sudah begitu terkenal. Puputan Margarana yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai menjadi salah satu bukti perjuangan tersebut. Namun, Ngurah Rai bukanlah satu-satunya pahlawan dari Bali yang melakukan perjuangan melawan Belanda.

Ketika berkunjung ke Kabupaten Buleleng, Anda perlu menyempatkan waktu untuk datang ke Monumen Tri Yudha Sakti Singaraja. Monumen ini merupakan bangunan yang didirikan oleh Pemerintah Buleleng untuk menghargai jasa para pejuang dari Kabupaten Buleleng. Oleh masyarakat setempat, monumen ini juga kerap disebut sebagai Tugu Tiga.

Secara khusus, monumen ini merupakan bangunan yang didedikasikan untuk 3 pahlawan. Ketiganya, yaitu I Gusti Putu Wisnu, Kapten I Gede Muka Pandan, dan Mayor I Nengah Metra, merupakan pahlawan yang memiliki jasa besar bagi masyarakat Buleleng. Tak heran kalau pemerintah setempat berupaya mengajukan ketiga nama tersebut sebagai tokoh yang memperoleh gelar pahlawan nasional.

Nama tiga pejuang yang ada dalam Monumen Tri Yudha Sakti Singaraja sebenarnya cukup familier di telinga masyarakat Kota Singaraja. Apalagi, nama ketiga pejuang tersebut sebelumnya memang telah digunakan untuk penamaan beberapa fasilitas umum yang ada di Kabupaten Buleleng.

Mayor Nengah Metra bisa diketahui dari nama Jl. Mayor Metra Singaraja serta Stadion Mayor Metra. Nama I Gede Muka Pandan bisa Anda ketahui dari penamaan Jl. Kapten Muka Singaraja. Sementara itu, I Gusti Putu Wisnu secara resmi telah diabadikan sebagai nama Lapangan Terbang Letkol Wisnu di Denpasar.

Letkol Putu Wisnu merupakan sosok pejuang yang turut berpartisipasi dalam Puputan Margarana yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai. Sementara itu, Mayor Metra merupakan pejuang yang pernah terpilih sebagai Kepala Sekolah HIS di Lombok. Beliau gugur dalam pertempuran yang berlangsung di Banjar Gintungan, Sukasada.

Selanjutnya, Kapten Muka merupakan anggota PETA dan sosok yang berperang secara bawah tanah melawan penjajah bersama I Gusti Ngurah Rai. Beliau juga turut berpartisipasi dalam momen “Penurunan Bendera Belanda” di Pelabuhan Buleleng yang terjadi pada 27 Oktober 1945.

Lewat keberadaan Monumen Tri Yudha Sakti Singaraja, para pengunjung dapat mengetahui jasa yang dimiliki oleh ketiga pahlawan tersebut. Di waktu yang sama, monumen ini juga dapat menjadi lokasi berwisata yang asyik. Apalagi, monumen ini memiliki desain yang begitu megah dan menarik untuk dijadikan sebagai tempat berfoto.

Lokasi Monumen Tri Yudha Sakti Singaraja

Untuk menemukan lokasi Monumen Tri Yudha Sakti Singaraja sangat mudah. Bangunan ini bisa Anda jumpai di alamat Jl. I Dewa Made Kaler yang ada di Sangket, Kecamatan Sukasada. Di sana, Anda tidak hanya bisa menyaksikan 3 patung pahlawan yang telah disebutkan, tetapi juga teradpat diorama Perang Jagaraga, Perang Banja, serta nama para pejuang Bali.

Untuk berkunjung ke tempat wisata bersejarah di Singaraja ini, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Selain itu, Anda juga tidak akan dibatasi waktu ketika datang dan menikmati waktu kunjungan selama di sini. Ditambah lagi, Anda akan memperoleh beragam info sejarah menarik selama di sini.

Source https://www.kintamani.id https://www.kintamani.id/monumen-tri-yudha-sakti-singaraja-monumen-bersejarah-simbol-perjuangan-pahlawan-buleleng-007616.html
Comments
Loading...