Menikmati Wisata Malam Di Bundaran 1001 Ai Kota Singkawang

0 8

Bundaran 1001 AI ini terletak di pertigaan Jalan Ahmad Yani, Jalan Tani, dan Jalan Padang Pasir. Hadirnya bundaran ini untuk semakin mempercantik kota ditambah terdapatnya air mancur di puncak tugu tersebut. Kawasan ini sering dijadikan lokasi untuk berfoto atau hanya sekedar menikmati indahnya wisata malam Singkawang bersama teman maupun keluarga.

Konsep yang dibuat tentu berlatar belakang sejarah Kota Singkawang itu sendiri yang dihuni tiga etnis besar yakni suku Melayu, suku Tionghoa, dan suku Dayak, serta 12 etnis lainnya yang hidup rukun dan damai di kota yang dijuluki kota seribu klenteng ini. Tugu Bundaran 1001 AI ini terdiri dari beberapa bagian yang didesain khusus dan menarik. Di puncak tugu tersebut berbentuk seperti tudung saji yang mana terdapat simbol kuda laut di atasnya. Maknanya adalah mengingat sejarah bahwa Kota Singkawang ini pernah menjadi bagian dari Kabupaten Sambas yang kini memisahkan diri.

  

Kita bisa melihat adanya tampah yang berbentuk melingkar dan lebar seperti bentuk bulat di antara bangunan tudung saji dan kuda laut yang mana di bawah tampah tersebut berdiri patung sosok orang yang mencerminkan tiga etnis dengan pakaian khas orang Melayu, orang Tionghoa, dan orang Dayak. Makna tampah tersebut adalah melindungi tiga etnis besar dan etnis lainnya yang hidup rukun dan harmonis di Kota Singkawang.

Kemudian kita bisa melihat ada ornamen patung angsa yang terletak di bawah patung tiga orang yang melambangkan tiga etnis besar itu. Patung tersebut memiliki arti dari cerita orang-orang bahwa jika rumah ingin aman maka peliharalah angsa yang dianalogikan agar Kota Singkawang selalu aman, tidak ada pencopet atau pencuri di Kota Singkawang. Sementara kata bundaran seribu satu sudah dikenal secara turun temurun oleh orang-orang sekitar yang menurut cerita ada orang berkata “satu motor seribu”.

Selain memiliki makna dan filosofi yang tinggi, bundaran 1001 AI ini dibuat untuk keselamatan warga yang melintasi pertigaan ini, sehingga kendaraan yang lalu lalang di sekitar pertigaan ini bisa berjalan lebih lambat dan tidak kebut-kebutan walaupun di sekitar bundaran itu masih terdapat jalur kebutan dari Pontianak menuju Jalan Tani lalu Jalan Ahmad Yani menuju Pontianak. Maksud dari kebutan ini bukanlah orang yang berkendara dengan ngebut seperti balapan, namun jalur laju yang harus diantisipasi kecelakaannya.

Source https://catatanwisata.com https://catatanwisata.com/menikmati-wisata-malam-di-bundaran-1001-ai-kota-singkawang/
Comments
Loading...