Menikmati Segarnya Air Terjun di Desa Kedang Ipil

0 31

Desa kedang ipil terletak di kecamatan kota Bangun kabupaten Kutai Kartanegara. Masyarakat melayu Kutai di desa Kedang Ipil memiliki adat-istiadat yang unik dan berbeda dengan tradisi orang Kutai pada umumnya. Adat dan tradisi orang melayu Kutai di desa Kedang Ipil juga sering disebut dengan istilah adat lawas yang merujuk pada identitas mereka sebagai salah satu komunitas adat yang paling tua di Kutai.

Penerapan adat lawas oleh masyarakat melayu Kutai di Kedang Ipil sudah berlangsung lama, bahkan sebelum dikenal agama-agama baru (Hindu, Buddha, Nasrani, Islam) dan masih menganut ajaran kepercayaan leluhur. Tradisi dan adat-istiadat, misalnya pelaksanaan upacara adat, orang Melayu Kutai di Kedang Ipil masih bertahan hingga saat ini.

Selain menyimpan keunikan adat istiadatnya desa Kedang Ipil juga mempunyai potensi objek wisata alam berupa air terjun Kandua Raya dan air terjun Putang. Yang akan kuceritakan kali ini adalah pengalaman saat mengunjungi kedua objek wisata itu.

Pagi itu tepat di hari minggu, kami beserta rombongan sepakat berkumpul di SPBU Bukit Biru (titik awal keberangkatan) sembari mempersiapkan bekal air minum dan juga mengisi BBM untuk perjalanan. Untuk waktu perjalanan sendiri untuk sampai ke gerbang akses masuk desa Kedang Ipil atau km 50-an sekitar 1,5 – 2 jam. Setelah sampai di gerbang akses masuk ke desa kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sembari ngopi di warung yang terdapat di sekitar simpangan pintu masuk. Karena untuk bisa sampai ke desanya masih membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Setelah beristirahat kami bergegas melanjutkan perjalanan masuk ke desa Kedang Ipil yang berjarak sekitar 18 km dari pinggir jalan raya. Akses jalannya sendiri masih berbatu karena melewati perkebunan kelapa sawit. Kecuali kalau sudah memasuki perkampungan warga, baru jalannya bagus karena sudah disemenisasi. Diperjalanan sendiri kita tak usah khawatir takut tersesat karena setiap di persimpangan jalan selalu ada papan petunjuk arah. Jadi kita tinggal mengikuti arahnya saja.

Setelah sampai di desa Kedang Ipil suasana pedesaan yang asri dengan bangunan rumah-rumah tuanya masih dapat kita temukan saat melintasi di pemukiman penduduk. Warga di sekitar juga ramah. Membuat kita sebagai pengunjung merasa nyaman saat berada di situ.

Tepat di ujung kampungnya terdapat pos penjagaan/gerbang masuk untuk menuju ke lokasi air terjun. Cukup dengan membayar tiket masuk seharga Rp.7000/motor tentunya sangat murah meriah kan. Perjalanan masuk sekitar 1 km ke air terjun Kandua Raya. Akses jalannya sebagian sudah disemenisasi dan sebagian masih tanah. Jadi mesti hati-hati karena kondisi jalan nanjak dan licin sehabis hujan.

Air terjun Kandua Raya memiliki 3 tingkat dengan ketinggian mencapai 5 meter dan lebar lebih kurang 20 meter. Air terjun ini tidaklah tinggi namun jika dimusim hujan atau jika air pasang bisa jadi tempat arung jeram juga loh, sejauh kurang lebih 10 Km. Di sekitar air terjun terhampar hutan yang masih alami dan mendukung keindahan panorama air terjun Kandua Raya.

Pada saat hari libur pengunjung biasa membludak di air terjun ini. Terutama yang membawa anak-anak untuk sekedar bermain air atau berenang. Tapi perlu diketahui juga, kondisi bebatuan sangat licin. Mesti ekstra hati-hati ya Sob.

Oh iya untuk fasilitas di objek wisata Kandua Raya ada pos penitipan barang dan juga penyewaan ban/pelampung beserta peralatan wisata tubing. Selain itu juga ada warung. Jadi tak usah khawatir kalau perut udah mulai merasa lapar atau hanya sekedar membeli air minum tentunya dengan harga yang terjangkau.

Setelah puas bermain air di Kandua Raya kami melanjutkan perjalanan ke air terjun Putang yang jaraknya sekitar 2,33 km dari air terjun Kandua Raya. Waktu tempuh sekitar 30 – 45 menit. Kondisi jalannya sendiri berupa jalan setapak yang masih tanah dengan medan menanjak. Kalau sehabis hujan, kondisinya sangat licin dan perlu ekstra hati-hati.

Sangat disarankan apabila menuju kesana mempersiapkan dulu bekal air minum dan juga makanan karena di sana tidak ada warung. Kalau ragu dengan kondisi kendaraan bisa juga untuk menuju air terjun Putang menggunakan ojek trail yang sudah disediakan pihak pengelola. Atau, kalau mau, bisa juga berjalan kaki. Yah hitung-hitung buat ngencangin otot kaki.

Air terjun Putang sendiri memiliki ketinggian sekitar 10 meter. Di bawahnya ada kolam pemandian Putri Selimbur Buyeh yang tidak terlalu dalam. Hanya sekitar 1 sampai 2 meteran tergantung kondisi curah hujannya. Kalau lagi jarang hujan, ya bisa dipastikan kondisi airnya surut.

Suasananya sendiri disana saat kami kunjungi memang tak seramai di air terjun Kandua Raya. Karena mungkin masyarakat agak terkendala dengan akses jalannya yang tak semudah ke Kandua Raya. Jadi kalau kesana, jangan “nekat” sendiri. Usahakan bawa teman atau rombongan agar lebih ringan jika harus mengatasi hambatan berupa keadaan atau kondisi diluar dugaan.

Wah, hujanpun mengguyur semakin lebat. Tapi ngga apa sih. Toh kami telah merasa senang sudah bisa menikmati kesejukan dan kesegarannya. Setelah puas menikmati keindahan alam di air terjun Putang ini, kamipun bergegas untuk pulang kembali ke desa Kedang Ipil. Sesampainya kembali ke desa rasanya ada yang kurang kalau tidak membeli oleh-oleh khas Kedang Ipil berupa gula habang (gula merah). Harganya juga ngga mahal-mahal amat koq. Cuman Rp.25.000/kg.

Source http://produksispot.blogspot.com http://produksispot.blogspot.com/2017/12/menikmati-segarnya-air-terjun-di-desa.html
Comments
Loading...