Mengamati Artefak Kuno di Wihara Boen Tek Bio

0 61

Wihara Boen Tek Bio

Wihara Boen Tek Bio merupakan salah satu tempat religi wihara tersebut terletak di jl. Bakti Saham, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118. Tidak ada catatan pasti kapan tepatnya Wihara Boen Tek Bio dibangun. Meski demikian, klenteng yang ada di kawasan Pasar Lama tersebut diperkirakan mulai dibuat pada akhir abad ke-17. Fakta ini diketahui dari ukiran kayu yang terdapat pada langit-langit wihara. Berdasarkan penuturan pengurus, ukiran huruf Cina tersebut dibuat awal tahun 1800.

Selain ukiran tulisan Cina di langit-langit klenteng, Wihara Boen Tek Bio juga memiliki beberapa artefak kuno. Di halaman klenteng pengunjung dapat menjumpai patung singa atau Ciok-say yang berfungsi sebagai penjaga klenteng. Di pelataran juga terdapat lonceng tua yang konon didatangkan langsung dari tanah Tiongkok pada tahun 1835 serta tempat pembakaran yang berasal dari abad ke-19. Demikian juga dengan hiolo atau tempat batang hio yang dibuat tahun 1805.

Wihara Boen Tek Bio altarNama Boen Tek Bio sendiri berasal dari kata boen (intelektual), tek (kebajikan), dan bio (tempat ibadah). Jadi Boen Tek Bio bermakna tempat untuk menjadikan umat manusia penuh kebajikan sekaligus memiliki intelektual tinggi. Sampai saat ini Wihara Boen Tek Bio masih dipergunakan sebagai tempat ibadah oleh warga keturunan Cina yang tinggal di Kota Tangerang. Dewa utama klenteng tersebut adalah dewa bumi bernama Hok Tek Tjeng Sien. Ada pula patung Dewi Kwan Im yang dipuja oleh umat Budha.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah sehari-hari, Wihara Boen Tek Bio juga ramai dikunjungi pada saat-saat tertentu misalnya perayaan Cap Go Meh. Seperti halnya event perayaan tahun baru Cina di tempat lain, Cap Go Meh di Klenteng Boen Tek Bio juga ditandai dengan pemasangan lilin raksasa serta lampion berwarna merah. Acara itu juga dimeriahkan dengan atraksi barongsai dan pertunjukan kembang api.

Klenteng Boen Tek Bio juga identik dengan kegiatan Gotong Toapekong, yaitu tradisi yang dilangsungkan setiap dua belas tahun sekali bertepatan dengan tahun naga. Pada kegiatan tersebut kimsin atau patung dewa diarak menuju Klenteng Boen San Bio. Ritual yang diikuiti oleh perwakilan dari seluruh klenteng Indonesia itu dipercaya dapat menolak bala dan membersihkan hawa jahat yang ada di bumi. Upacara Gotong Toapekong biasanya juga dimeriahkan dengan pertunjukan Wayang Potehi.

Akses Menuju Wihara Boen Tek Bio

Klenteng Boen Tek Bio dapat dikunjungi setiap hari tanpa dikenakan biaya masuk. Bila berminat berkunjung ke sini, sebaiknya gunakan kendaraan pribadi. Dari Jakarta, arahkan kendaraan Anda ke luar kota lewat Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta. Selanjutnya masuk ke Jalan Ir. H. Juanda dan dilanjutkan ke Jalan Jakarta-Bogor serta Jalan Dewi Sartika. Setelah sampai persimpangan, putar balik kearah berlawanan dan masuk ke Jalan Ki Hajar Dewantoro. Jalan Bhakti tempat Wihara Boen Tek Bio berdiri ada di persimpangan pertama jalan tersebut.

Source http://jakarta.panduanwisata.id http://jakarta.panduanwisata.id/beyond-jakarta/tangerang/mengamati-artefak-kuno-di-wihara-boen-tek-bio/
Comments
Loading...