Masjid Pintu Seribu Pesona Masjid Unik di Tangerang Banten

0 67

Masjid Pintu Seribu

Masjid Pintu Seribu atau Masjid Nurul Yaqin yang terletak di Kampung Bayur, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam sejarahnya, pendiri masjid ialah seorang penyebar Islam kelahiran Arab bernama Al-fakir Syekh Mahdi Hasan Al-qudrotillah Al-muqoddam.

Di dalam masjid itu juga terdapat makam Syeikh Al Faqir Mahdi. Masjid pintu seribu sering dikunjungi banyak warga dari berbagai daerah. Mereka datang untuk wisata religi atau berziarah. Para peziarah terutama akan datang pada saat hari-hari kebesaran Islam, atau saat menjelang bulan Ramadan. Salah satu keunikan masjid ini yaitu kondisi tiap ruangannya yang disekat-sekat hingga membentuk ruangan seperti mushola.

Setiap ruangan (mushola) diberi nama, seperti mushola Fathul qorib, Tanbihul Alqofilin, Durojatun Annasikin, Safinatu-Jannah, Fatimah hingga mushola Ratu Ayu. Area luas mushola masing-masing sekitar 4 meter. Karena jumlah pintunya yang sangat banyak, dan tidak ada yang tahu persis berapa jumlah sebenarnya pintu masjid ini, sehingga dikenal dengan sebutan Masjid Seribu Pintu.

Tidak seperti masjid pada umumnya, masjid ini tidak memiliki kubah besar. Di beberapa bagian pintu masjid, terdapat ornamen dengan hiasan angka 999 yang menambah keindahan masjid dengan luas hampir satu hektar ini. Angka ini menurut pengurus masjid, merupakan penggabungan jumlah nama Allah  dan nama sembilan wali (wali songo).

Setiap lorong di masjid ini sudah dilengkapi dengan penunjuk jalan. Dan, salah satu ruang dari sekian banyak lorong itu menuju ruang bawah tanah yang disebut ruang tasbih. Ruang ini biasa digunakan oleh Al Faqir dan jamaah lainnya untuk beristiqomah. Selain itu, keunikan lain di masjid ini adalah terdapat tasbih besar berukuran 10 sentimeter atau  seukuran kepalan tangan orang dewasa. Tasbih dengan 99 butir ini diyakini sebagai tasbih terbesar di Indonesia.

Masjid Seribu Pintu diyakini sebagai salah satu tempat penyebaran Islam oleh pendirinya. Konon, penyebaran dilakukan dengan cara pembagian sembako untuk fakir miskin dan anak yatim piatu. Awalnya, masjid ini kurang begitu populer karena digerus zaman, akan tetapi, setelah mulai dipublikasikan banyak media, masjid ini kemudian banyak dikunjungi masyarakat lokal, dan sejumlah wisatawan mancanegara, terutama dari negeri jiran Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Source https://ksmtour.com https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/banten/masjid-pintu-seribu-pesona-masjid-unik-di-tangerang-banten.html
Comments
Loading...