Mangrove Kampung Nipah, di Serdang Bedagai

0 130

Mangrove Kampung Nipah

Kawasan wisata Kampung Nipah terletak di daerah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Sepintas, destinasi satu ini tak jauh beda dengan eksplorasi hutan bakau lainnya. Namun di balik rimbunnya pepohonan dan panorama pantai memukau, ada jejak perjuangan warga setempat yang layak diapresiasi.

   

Berawal dari Keterpurukan

Hampir sebagian besar penduduk di Desa Sei Nagalawan berprofesi sebagai nelayan. Beberapa puluh tahun lalu, mereka menjalankan instruksi pemerintah untuk mengembangkan tambak udang windu. Ditambah lagi mangrove di sekitar tempat tinggal mereka sempat digunduli atas nama pembangunan. Akibatnya, kehidupan warga setempat sempat terancam. Ketiadaan mangrove membuat efek negatif abrasi laut hampir mencapai pemukiman penduduk. Minimnya vegetasi di sekitar pesisir juga mengakibatkan hasil tangkapan udang dan kepiting menurun drastis.

Semangat Pantang Menyerah

Tak ingin menyerah begitu saja dengan keadaan, beberapa orang nelayan sekitar lantas berinisiatif menanam mangrove secara swadaya di 2005. Luar biasanya lagi, mereka sama sekali tidak merengek memohon bantuan pemerintah. Meski sulit, para nelayan tersebut memilih maju dengan usaha sendiri. Seiring berjalannya waktu, mulai muncul ide agar masyarakat sekitar Desa Sei Nagalawan terlepas dari jeratan utang dan kemiskinan. Memasuki 2012, dibentuklah koperasi khusus untuk mengelola hutan mangrove di sekitar desa menjadi kawasan wisata. Dari sinilah kemudian terbentuk kawasan Kampung Nipah.

Rekreasi Bernuansa Edukasi

Inisiatif dan kerja keras warga Desa Sei Nagalawan berbuah manis. Kampung Nipah kini termasuk salah satu kawasan wisata populer di Sumatra Utara. Pengunjung di sana tak hanya diajak berekreasi menikmati pemandangan alam pesisir pantai, namun juga diedukasi soal pentingnya keberadaan mangrove. Total terdapat 15 jenis mangrove di kawasan wisata yang membentang sejauh lima kilometer ini. Pengunjung biasanya datang tak hanya sekedar untuk melepas penat maupun berekreasi, namun ada juga yang melakukan sesi foto pre-wedding. Puas menjelajah area sekitar mangrove, sobat traveler bisa duduk santai menikmati hidangan sari laut seperti ikan bakar, sop kepiting, dan udang asam manis hasil kreasi para istri nelayan setempat.

Sangat Terjangkau

Hampir semua fasilitas dan keindahan di Kampung Nipah bisa dinikmati dengan harga terjangkau. Bicara tiket masuk, per orang hanya perlu membayar 10 ribu rupiah. Lelah dan haus setelah berkeliling? Duduk santai sejenak sembari menikmati segarnya air dari satu buah kelapa muda yang dihargai tak lebih dari 10 ribu rupiah. Bagi mereka yang ingin melakukan sesi foto pre-wedding di sini, cukup membayar 200 ribu rupiah saja. Beragam makanan tradisional seperti keripih nipah, teh jeruju, dan dodol siap dibeli sebagai oleh-oleh. Masing-masing dijual dengan harga tak lebih dari 10 ribu rupiah.

Source https://travelingyuk.com https://travelingyuk.com/mangrove-kampung-nipah/109198/
Comments
Loading...