Mamose, Ritual Adat Orang Budong-Budong Di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat

0 63
Mamose adalah adat orang Budong-Budong yang harus di lestarikan, ritual ini tepatnya dilaksanakan di Desa Tabolang, Kec. Topoyo, Kab. Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Adat mamose di lakukan tiga kali dalam setahun yang pertama di lakukan sebelum masuk hutan, yang kedua dilakukan setelah selesai merumbut atau setelah membersihkan hutan atau tempat yang nantinya akan di tanamai tanaman dan yang ketiga di lakukan setelah panen.
Dalam mamose terdapat berbagai ritual yang dilakoni, mulai dengan melakukan aksi menggunakan parang di tempat terbuka di sekitaran rumah adat Budong-Budong dan di saksikan langsung oleh raja dan masyarakat. Dalam aksinya Pamose sebutan bagi tokoh adat yang sedang beraksi dengan berbicara bahasa Budong-Budong lalu menyampaikan pesan-pesan terhadap raja maupun terhadap para masyarakat. Sebelum melakukan aksinya terlebih dahulu iringi dengan musik dengan gendang, saat pamose menghadap ke raja dan tobara musik gendang di hentikan lalu pamose memohon izin terhadap raja dan juga terhadap Tobara (ini adalah sebutan bagi kepala adat).

Hasil gambar untuk Mamose, Ritual Adat Orang Budong-Budong Di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat

Sehari sebelum melakukan ritual adat mamose maka didahului oleh kegiatan “Magora” menggunakan perahu bermotor (katingting) berjalan menelusuri sungai Budong-Budong, sesaat menghampiri masyarakat yang sudah menunggu di tepian sungai maka akan di lakukan “Magane”, dengan menggunakan parang, bendera, obat tradisional yang di letakkan di atas piring dan juga sebatang kayu yang di tancapkan di tanah, Puntai melakukan ritual agar kiranya kegiatan yang dilakukan berjalan dengan lancar, dahulu kala bukan kayu yang di gunakan akan tetapi manusia yang di tanam sampai kepala, lalu di lempari kemudian kepalanya di ambil di ikat di atas bendera untuk di bawa di arak-arak di atas perahu.
Hasil gambar untuk Mamose, Ritual Adat Orang Budong-Budong Di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat
Agar masyarakat mengetahui kedatangan rombongan di tiup “Tantuang” yang terbuat dari kerang berukuran besar lalu kemudian singgah di setiap tepian sungai bila ada yang menunggu di pinggiran sungai, masyarakat yang menunggu di pinggir sungai lalu menghampiri rombongan lalu menyerahkan seperti rokok, makanan, minuman dan lain sebagainya, di terima langsung oleh Puntai yang merupakan tokoh adat. Puntai kemudian akan mengambil air dari sungai dan dari dalam perahu kemudian di basuhkan ke kepala yang sedang sakit, sebelum rombongan berangkat maka kadang akan terjadi kehebohan yaitu siram menyiram antara rombongan dengan masyarakat yang berada di tepian sungai.
Source https://wisatapopulerdisulawesibarat.blogspot.com https://wisatapopulerdisulawesibarat.blogspot.com/2015/05/mamose-ritual-adat-orang-budong-budong.html
Comments
Loading...