Makam Rang Kayo Hitam, Wisata Religi

0 61

Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk. Oleh sebab itu tidak ada suatu agama pun yang diterima selain Islam.Agama Islam ini telah merangkum semua bentuk kemaslahatan yang diajarkan oleh agama-agama sebelumnya.

 

Agama Islam yang beliau bawa ini lebih istimewa dibandingkan agama-agama terdahulu karena Islam adalah ajaran yang bisa diterapkan di setiap masa, di setiap tempat dan di masyarakat manapun. Allah ta’ala berfirman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Agama Islam adalah agama yang benar. Sebuah agama yang telah mendapatkan jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah ta’ala bagi siapa saja yang berpegang teguh dengannya dengan sebenar-benarnya.
Rangkayo Hitam adalah putra Raja Jambi Datuk Paduko Berhalo dengan permaisuri Putri Selaras Pinang Masak. Datuk Paduko Berhalo memiliki nama asli Ahmad Barus atau Ahmad Salim. Nama Rangkayo Hitam sudah tak asing lagi bagi warga Jambi. Karena dikenal sebagai sosok sakti yang sangat pemberani yang tak bisa ditaklukkan, Datuk Paduko Berhalo diyakini masih keturunan ke tujuh dari cicit Nabi Muhammad SAW, Ali Zainal Abidin bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib RA dari istrinya Fatimah Az Zahra Binti Muhammad SAW. Dia berasal dari Turki yang datang ke Jambi untuk menyebarkan agama Islam. Sedangkan Putri Selaras Pinang Masak berasal dari Kerajaan Pagaruyung dan merupakan Putri Raja Pagaruyung.
Makam Orang Kayo Hitam yang berada di daerah Desa Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Makam keramat Orang Kayo Hitam, demikian masyarakat sekitar menyebutnya. Tempat ini ramai dikunjungi pada saat hari-hari besar Islam dan pada upacara melepas khaul. Makam Rangayo Hitam berada di Desa Berbak, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Makam itu tampak berbeda dari makam umumnya. Panjang makam itu 4,8 meter, terletak di belakang bangunan yang berbentuk pendapa. Itulah makam Raja Melayu Jambi Orang Kayo Hitam.
Kondisi makam Orang Kayo Hitam yang terancam abrasi. khususnya di pinggiran Sungai Batanghari, agar abrasi tidak sampai menjangkau lokasi situs makam raja tersebut.Orang Kayo Hitam adalah Raja Melayu Jambi yang merupakan anak dari Datuk PadukoBerhalo yang mangkat pada abad ke-15. Orang Kayo Hitam memiliki saudara laki-laki bernama Orang Kayo Pingai.Pada masanya, Orang Kayo Hitam dikenal sebagai sosok pemberani dan sakti. Kesaktian raja Melayu ini masih terkenal hingga saat ini di kalangan masyarakat Jambi. Itu dibuktikan akan berbagai kisah dan bait lagu daerah Orang Kayu Hitam.
Seharusnya makam rangkayo hitam di jaga keberadaanya oleh peerintah daerah, karna keberadaan makan rangkayo hitam kurang terhadap perhatia oleh pemerintah daerah. Melihat kondisi dermaga turun menjadi 180cm. Di sebabkan oleh abrasi sungai, kemudian turap yang ada kondisinya sangat memprihatinkan karna tidak ada perbaika sama sekali. Kondisi inipun sangat membahayakan makam rangkayo hitam jika tidak di perhatikan. Dilihat dari kondisi makam rangkayo hitam sudah turun, terlebih wisatawan ingin ke lokasi, terkendala lahan parkir di lingkungan, padahal banyak peziara makam rangkayo hitam di malam-malam tertentu.`
Source http://jambidaily.com http://jambidaily.com/detail/indra-mengangkat-kembali-sejarah-makam-rangkayo-hitam/
Comments
Loading...