Makam Jayaprana : Tempat Wisata Ziarah Bagi Umat Hindu Bali

0 42

Makam Jayaprana

Anda pernah mendengar kisah cinta Jayaprana dan Layon Sari yang cukup mengundang perhatian di tatar Bali. Kalau Eropa memiliki roman sedih nan pilu, Romeo dan Juliet, Bali memiliki Jayaprana dan Layon Sari. Makam di tengah hutan belukar daerah Teluk trima, Sumber klampok, Grokgak menjadi saksi bisu kisah cinta tragis I Nyoman Jayaprana dan Ni Nyoman Layonsari. Lokasi makam berada sekitar 70 kilometer dari kota Singaraja, bila ditempuh dari Denpasar melalui Jembrana cukup jauh, yaitu sekitar 160 kilometer. Jika dari Gilimanuk, sangat dekat, mungkin tidak sampai satu jam perjalanan.

Hasil gambar untuk Makam Jayaprana

Bagi kalangan warga Hindu, Makam Jayaprana tidak asing lagi, karena tempat ini sebagai salah satu objek wisata sejarah di Bali dengan kisah percintaan yang berakhir tragis pasangan Nyoman Jayaprana dan Ni Layonsari. Warga Hindu banyak datang ke sini untuk melakukan ziarah, bahkan tak jarang terlihat wisatawan datang untuk mengetahui lebih dekat mengenai keberadaan makam tersebut. Kisah Jayaprana merupakan kisah pasangan suami-isteri yang dianggap begitu ideal dimasa Kerajaan Wanekeling Kalianget dulu. Namun karena kecantikan Layon Sari, sang Raja yang memerintah ketika itu berniat untuk mempersunting Layon Sari dan berupaya untuk mengenyahkan Jayaprana.

Hasil gambar untuk Makam Jayaprana

Makam Jayaprana ini dibuatkan sebuah pura, berada di atas bukit, menyuguhkan pemandangan laut Teluk Terima, semilir angin yang berhembus antara pohon-pohon tropis membuat tubuh terasa segar, setelah berjalan ratusan meter dari jalan raya. Para pengunjung banyak berdatangan dengan tujuan melakukan persembahyangan pada saat bulan purnama, tilem (bulan mati) dan juga hari-hari besar lainnya seperti saat hari Raya Galungan dan Kuningan. Juga menjadi tujuan wisata tour dengan panorama indah.

Hasil gambar untuk Makam Jayaprana

Suasana mistis akan menamani kita sepanjang perjalanan, hutan yang terkesan sangat sunyi dan gersang, seperti hutan dimusim gugur. Beberapa ekor monyet terlihat asik bermain dan beberapa diantaranya melompati ranting-ranting pohon itu. Ada cerita yang beredar bahwa jumlah anak tangga selalu berubah, tergantung pada apa yang kita pikirkan. Bila kita berpikir bahwa perjalanannya jauh, itu akan menambah jumlah anak tangga dan menjadikannya benar-benar jauh. Setelah berjalan kurang lebih sepanjang 1 kilometer, kita akan melihat pintu masuk menuju Pura utama di atas bukit. Setelah melewati pintu masuk tersebut, kita akan menjumpai Pura utama. Untuk melakukan persembahyangan, pemedek akan memasuki sebuah ruangan yang mirip dengan balai desa beratap rendah. Di dalam ruangan tersebut ada sepasang patung laki-laki dan perempuan yang menggambarkan sosok Jayaprana dan istrinya Layonsari. Saat memasuki ruangan, kita harus melepaskan alas kaki dan berjalan sedikit membungkuk untuk menghormati Jayaprana dan Layonsari.

Source https://ksmtour.com https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/bali/makam-jayaprana-mengenang-kisah-cinta-mistis-yang-melegenda.html
Comments
Loading...