Lubuk Beringin, Desa Agrowisata yang Semakin Mendunia

0 7

Lubuk Beringin

Lubuk Beringin memang menjadi destinasi alam baru dengan daya tarik sungainya yang jernih serta segar. Adanya semacam air terjun mini dengan debit air yang cukup besar, menjadikan tempat ini sangat cocok untuk bermain air, mandi atau berenang. Tak hanya itu, masih banyak potensi agrowisata yang bisa dinikmati seperti hamparan hutan lindung, serta puluhan hektar perkebunan karet.

Lubuk Beringin terletak pada Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Untuk menuju ke desa agrowisata ini, wisatawan sedikitnya harus menempuh jarak kurang lebih 50 kilometer dari ibukota Kabupaten Bungo. Perjalanan tersebut bisa ditempuh dengan jalur darat dengan memakan waktu sekitar satu jam. Dari Muara Bungo, wisatawan bisa menuju ke Lubuk Beringin dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil ataupun motor. Jalan menuju desa ini pun dalam kondisi yang cukup baik, dan rencananya demi memajukan wisata desa, pemerintah setempat akan membangun berbagai infrastruktur pendukung seperti pelebaran jalan dan fasilitas lainnya.

  

Keindahan Lubuk Beringin 

Lubuk Beringin adalah Sungai Batang Buat yang memiliki aliran air jernih dan segar. Sungai ini dijadikan sebagai tempat wisata air yang semakin digemari oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah. Warga setempat sadar betul arti penting dari sungai, sehingga mereka sangat menjaga kelestarian dan kebersihan sungai. Di Sungai Batang Buat ini wisatawan bisa dengan leluasa menikmati segarnya aliran air dengan mandi dan juga berenang. Pada sungai ini juga terdapat sebuah gerojogan mini, yang menjadi spot favorit wisatawan untuk sekedar bermain air atau background berfoto. Keindahan sungai juga semakin cantik dengan adanya tumbuhan hijau yang menghiasi pada kiri dan kanan tepi sungai.

Selain menjadi tempat wisata air, Sungai Batang Buat juga memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Lubuk Beringin. Sungai ini dimanfaatkan untuk PLTKA yang mampu mengaliri listrik ke puluhan rumah yang ada di desa sekitar. Tak hanya itu, air sungai juga dimanfaatkan untuk mengairi sawah, pemijahan ikan, sumber air minum, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Demi menjaga kelestarian sungai, masyarakat setempat memberlakukan beberapa peraturan seperti lubuk larangan, dilarang menangkap ikan dengan racun, setrum, larangan mencari ikan dengan pukat panjang, dan juga dilarang menggunakan bahan kimia berbahaya yang berpotensi merusak ekosistem sungai.

Hal ini ditujukan untuk menjaga sumber daya alam, dan memenuhi kebutuhan dimasa yang akan datang. Tak hanya sungai, Lubuk Beringin masih memiliki potensi wisata yang besar pada hutan lindung, serta perkebunan karet. Warga setempat memang menggantungkan hidup sebagai petani, baik mengolah perkebunan ataupun sawah. Kearifan lokal, dan kesadaran masyarakat tentang manfaat yang diberikan lingkungan, membuat mereka sangat menjaga kelestarian hutan dan sungai. Lubuk Beringin memiliki hutan desa yang luasnya mencapai 2.356 hektar. Hutan ini merupakan hutan milik negara yang dikelola masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup serta perekonomian.

Warga bisa memanfaatkan hutan untuk bercocok tanam, mengambil kayu, buah namun harus tetap menjaga kelestarian hutan tersebut. Terdapat beberapa peraturan yang dibuat oleh komunitas setempat mengenati pelestarian lingkungan. Hamparan luas kebun karet, juga tak kalah menarik untuk dikunjungi. Warga Lubuk Beringin memang dikenal sebagai petani karet yang merupakan warisan dari nenek moyang zaman Belanda. Bahkan hingga kini masih bisa dijumpai beberapa pohon karet tua dari masa lampau. Warga juga memanfaatkan lahan hutan untuk penanaman pohon karet atau yang disebut agroforest, selain itu warga juga dilarang untuk bercocok tanam di daerah curam, dekat tebing, hulu sungai, dan pinggir sungai.

Fasilitas di Lubuk Beringin

Fasilitas yang terdapat di Lubuk Beringin dapat dikategorikan cukup lengkap. Wisatawan bisa menemukan toilet, tempat sampah, tempat parkir yang sangat luas disebelah sungai, serta mushola untuk wisatawan yang hendak beribadah. Selain itu, pemerintah setempat rencananya juga akan menambah berbagai infrastruktur lain seperti pelebaran jalan pada tahun 2017 ini. Disekitar Sungai Batang Buat, wisatawan juga tak akan kesulitan untuk menemukan pedagang dan warung yang menjual aneka makanan dan minuman.

Selain itu di Desa Lubuk Beringin, juga terdapat beberapa warung yang bisa dipilih wisatawan untuk sekedar mengobati rasa lapar dan dahaga usai menyusuri desa. Apabila pengunjung ingin menginap, maka harus menuju ke pusat Kabupaten Bungo karena masih belum tersedia penginapan di sekitar desa. Terdapat pilihan hotel di Muara Bungo, yang bisa dipilih mulai dari bintang 2. Berwisata di Lubuk Beringin, akan menambah pengalaman baru tentang agrowisata yang mungkin tidak akan didapatkan pada tempat wisata lain, berikut beberapa kegiatan yang bisa dilakukan ketika berada di desa tersebut.

Source https://www.tempat.me https://www.tempat.me/wisata/Lubuk-Beringin
Comments
Loading...