Warning: unlink(/tmp/dfa16b13c44bbe524bb9588b94873dba-irSOnU.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Long Bawan : Desa Wisata di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara

0 55

Long Bawan

Long Bawan adalah desa sekaligus ibukota dari Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Lokasinya berada di belantara Kalimantan, tepatnya di dataran tinggi tempat suku Dayak Krayan bermukim. Meski terletak di dataran tinggi, tetapi kontur tanah cukup datar, cocok untuk bertani dan berternak.

Daerah Long Bawan tergolong daerah terisolir, pasalnya akses menuju kawasan ini hanya dapat ditempuh dengan jalur udara dengan maskapai terbatas. Tak ada jalur darat yang menghubungkan ibukota kecamatan dengan ibukota Kabupaten Nunukan, apalagi kota lainnya. Mirisnya lagi, masyarakat Long Bawan lebih dekat dengan Malaysia dan sebagian besar barang-barang kebutuhan sehari-hari termasuk Bahan Bakar Minyak, dipasok dari Negeri Jiran tersebut. Sulit menemukan produk made in Indonesia di wilayah ini.

 

Wilayah Utama Long Bawan

Dengan luas wilayah 1.837,54 km2, Kecamatan Krayan yang berpusat di Long Bawan memiliki 65 desa. Wilayahnya berbatasan dengan Sabah, Malaysia di utara, Kabupaten Malinau dan Kecamatan Krayan Selatan di bagian selatan, Serawak, Malaysia di sebelah barat, serta Kabupaten Malinau di sebelah timur.

Sejarah Long Bawan

Bukti peninggalan sejarah perjalanan Upai Semaring terhenti di Long Pasia, yakni batu tempat Upai berbaring dan ukiran-ukiran di atas batunya. Sekarang ukiran tersebut dapat dilihat sebagai salah satu peninggalan sejarah, di mana dulunya Upai Semaring menggunakan kekuatan magis untuk mengukir berbagai hal di Sungai Matang. Ukiran Upai dikenal dengan nama Arit Linawa dan Ari Pawad. Masyarakat setempat memuji ukiran tersebut sebab diukir dengan tulus oleh Upai untuk almarhumah istrinya. Namun, ukiran itu tidak sempat diselesaikan karena musuh sudah mendekat, sehingga memaksa Upai melarikan diri dari tempat itu.

Upai melarikan diri ke daerah Bang Pedian, saat ini dikenal dengan Brunei Darussalam. Raja di daerah tersebut suka dengan Upai dan menikahkan anaknya dengan Upai. Hal ini dipercaya oleh orang tua yang masih hidup bahwa suatu hari nanti wakil kerabat Raja Brunei akan melawat keluarganya di Long Bawan. Namun sekian lama di Bang Pedian, Upai mengalami konflik dengan Raja Brunei hingga akhirnya meninggalkan tempat tersebut dan berlayar ke arah Laut Cina Selatan. Ada yang mengatakan kepergian Upai tersebut juga akibat masih teringat dengan almarhumah istrinya. Legenda ini diperkuat dengan adanya kesamaan budaya masyarakat Bang Peian dengan suku asli di Taiwan.

Konon saat ini, di atas gunung di Long Bawan akan terdengar suara seruling Upai Semaring pada waktu malam. Bahkan, kadang terlihat api menyala di kawasan gua dan terdengar suara seperti pintu besar dibuka dan ditutup.

Cara ke Pergi Ke Long Bawan

Satu-satunya cara ke Long Bawan adalah dengan menggunakan jalur udara dikarenakan tidak ada aksen darat yang dapat ditempuh. Ada dua maskapai yang beroperasi ke Long Bawan yang mendarat di Bandara Yuvai Semaring atau Bandara Long Bawan, yakni Susi Air dengan armada Cassna Grand Caravan berkapasitas delapan orang dan Mission Aviation Fellowship (MAF) dengan armada Cessna berkapasitas empat orang. Bandara ini memiliki ukuran landasan pacu 1600 x 30 meter yang juga digunakan oleh pesawat baling-baling Nomad TNI AL.

Harga yang ditawarkan oleh kedua maskapai tersebut juga tidak terbilang murah untuk sekali jalan dengan pemandangan hutan lebat yang belum terjamah manusia dan wilayah persawahan ketika mendekati wilayah Long Bawan. Susi Air sendiri menawarkan harga tiket Rp500ribuan, di mana telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan yang menyubsidi Rp500.000 per tiket.

Rute yang diambil Nunukan-Long Bawan dan Tarakan-Long Bawan. Maka, maskapai ini memprioritaskan masyarakat setempat sebagai penumpangnya. Lain lagi dengan MAF yang menawarkan harga di atas Rp1000.000 tetapi lebih diprioritaskan untuk orang sakit, ibu yang akan melahirkan dan para orang tua.

Transportasi di Long Bawan

Tidak banyak ditemukan kendaraan mobil di wilayah ini. Sebagian besar masyarakat berjalan kaki, bahkan untuk menjual produknya ke Malaysia. Setidaknya masih ada masyarakat yang menggunakan sepeda sebagai transportasi di Long Bawan.

Hotel di Long Bawan

· Hotel Agung Raya

Iklim di Long Bawan

Iklim di Long Bawan masih tergolong tropika, di mana masih ada hujan di bulan kering. Meski demikian, lokasinya yang tersembunyi di balik gunung-gunung belantara Kalimantan, membuat kawasan ini berudara sejuk dan dingin.

Bahasa Daerah di Long Bawan

Bahasa daerah yang digunakan masyarakat Long Bawan adalah bahasa Dayak Lundayeh. Bahasa yang sama juga digunakan di Brunei Darussalam dan perbatasan Sabah-Sarawak, Malaysia Timur. Lundayeh terdiri dari empat sub, yaitu Lun Baa’, Tana’ Lun, Sa’aben dan Le’ngiue’. Namun, tidak semua warga menguasai Bahasa Indonesia dengan baik, biasanya warga yang berusia 17 tahun sudah dapat berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia.

Tempat Wisata di Long Bawan

Tidak seperti daerah lainnya, wisata yang dapat dilakukan di Long Bawan adalah penjelajahan hutan, mengeksplorasi flora dan fauna, pemandangan sawah serta ternak kerbau. Konon ada juga wisata sejarah di kuburan batu.

Tips Wisata di Long Bawan

  • Sediakan waktu yang panjang dan bujet besar untuk berlibur di wilayah perbatasan ini.
  • Persiapkan mental yang kuat jika berkunjung ke Long Bawan sebab wilayahnya tentu tidak seperti yang Anda duga sebelumnya.

Perlu Kamu Tahu di Long Bawan

  • Listrik hanya menyala enam jam sehari, pukul 6 sore hingga 12 malam.
  • Pepatah “Garam di laut asam di gunung” tidak berlaku di wilayah ini karena Long Bawan yang masuk dalam kawasan Krayan merupakan penghasil garam gunung yang diproses secara alami.
  • Rumah Sakit Umum Daerah Pratama Tipe D, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan
Source https://pergimulu.com https://pergimulu.com/panduan-tips-pergi-liburan-ke-long-bawan/
Comments
Loading...