Warning: unlink(/tmp/85cfc6e4a03bcd16c625ba7d56e4ea2e-KyqpuL.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Limbong : Objek Wisata Alam di Luwu Utara, Sulawesi Selatan

0 49

Limbong

Limbong adalah sebuah kecamatan di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Letaknya antara kecamatan Seko dan Sabbang, sekitar 50 km arah barat kota Masamba. Kondisi geografis didominasi oleh pegunungan dengan ketinggian antara 900 m dpl hingga 1500 m dpl.

Kecamatan Limbong memiliki luas 686,5 km persegi terbagi menjadi tujuh desa, yaitu: Marampa, Limbong, Rinding Allo, Pengkendekan, Mianga, Komba dan Kanandede. Masyarakat Limbong bersifat agraris dengan mata pencaharian utama bertani dan berkebun. Kondisi lingkungan yang bergunung-gunung membuat sistem pertanian dibuat dalam bentuk sengkedan atau terasering yang bertingkat-tingkat.

Dusun Salu’ Rante Desa Limbong

Salu’ Rante adalah sebuah dusun kecil dengan 26 rumah, 1 masjid dan 50 lumbung padi. Dusun ini terletak di tengah lembah berpemandangan indah. Sawah bertingkat-tingkat seluas 25 hektar terhampar luas di sekitarnya.

Salu’ Rante akan terlihat semakin elok saat musim hujan. Lekuk-lekuk pematang sawah bersusun-susun, berlatar hijaunya padi menciptakan pemandangan yang indah menyejukkan mata. Dalam bahasa setempat, Salu’ Rante berarti kampung yang dikelilingi sungai.

Terasering merupakan sebuah peninggalan kebudayaan yang sudah tua. Suku Inca di Peru telah mempraktekkan penggunaan sengkedan ini sejak lama untuk tanaman jagung. Demikian pula di China, Vietnam Utara, Filipina dan Indonesia. Teknik bercocok tanam dengan metode sawah bertingkat telah dikenal sejak lama.

Pembuatan sawah dilakukan secara bertingkat untuk menyiasati kondisi lahan yang miring di daerah Limbong. Untuk meningkatkan kesempatan meresapnya air ke dalam tanah, area di sekitar lereng diperluas dengan penggalian dan penimbunan tanah. Model sengkedan dibuat menyerupai tangga berundak-undak.

Jenis Sengkedan umumnya bergantung pada struktur guludan, saluran air dan tanaman penahan erosi. Sawah bertingkat memiliki banyak manfaat, diantaranya: menambah stabilitas lereng, memperluas daerah resapan air, mengurangi kecepatan aliran permukaan, mencegah erosi, mempertahankan zat hara di permukaan tanah dan membantu proses pengendapan zat hara.

Berdasarkan strukturnya dikenal beberapa jenis teras atau sengkedan, yaitu:

Teras Kridit (ridge terrace)
Teras kridit dibuat pada tanah yang landai dengan kemiringan 3 – 10 %, bertujuan untuk mempertahankan kesuburan tanah. Pembuatan teras kridit di mulai dengan membuat jalur penguat teras sejajar garis tinggi dan ditanami dengan tanaman seperti caliandra.

Teras Guludan (contour terrace)
Teras guludan dibuat pada tanah yang mempunyai kemiringan 10 – 50 % dan bertujuan untuk mencegah hilangnya lapisan tanah

Teras Bangku (bench terrace)
Teras bangku dibuat pada lahan dengan kelerengan 10 – 30 % dan bertujuan untuk mencegah erosi pada lereng yang ditanami padi dan palawija. Sebagian besar sawah bertingkat di Limbong tergolong teras bangku.

Teras Individu
Teras individu dibuat pada lahan dengan kemiringan lereng antara 30 – 50 % yang direncanakan untuk areal penanaman tanaman perkebunan di daerah yang curah hujannya terbatas dan penutupan tanahnya cukup baik sehingga memungkinkan pembuatan teras individu.

Teras Kebun
Teras kebun dibuat pada lahan-lahan dengan kemiringan lereng antara 30 – 50 % yang direncanakan untuk areal penanaman jenis tanaman perkebunan. Pembuatan teras hanya dilakukan pada jalur tanaman sehingga pada areal tersebut terdapat lahan yang tidak diteras dan biasanya ditutup oleh vegetasi penutup tanah. Ukuran lebar jalur teras dan jarak antar jalur teras disesuaikan dengan jenis komoditas. Dalam pembuatan teras kebun, lahan yang terletak di antara dua teras yang berdampingan dibiarkan tidak diolah.

Teras Saluran

Teras saluran atau lebih dikenal dengan rorak atau parit buntu adalah teknik konservasi tanah dan air berupa pembuatan lubang-lubang buntu yang dibuat untuk meresapkan air ke dalam tanah serta menampung sedimen-sedimen dari bidang olah.

Teras Batu
Adalah penggunaan batu untuk membuat dinding dengan jarak yang sesuai di sepanjang garis kontur pada lahan miring.

Hasil gambar untuk Limbong : Objek Wisata Alam di Luwu Utara, Sulawesi Selatan

Gambar terkait

Source https://dody94.wordpress.com https://dody94.wordpress.com/2016/01/20/indahnya-sawah-bertingkat-di-limbong/
Comments
Loading...