Warning: unlink(/tmp/474ab38d254b7f2a73cd44ccb6f22411-klr9gT.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Lemah Rubuh, Keindahan Desa Wisata Alami di Jogja

0 30

Lemah Rubuh

Lemah Rubuh di sekitar Siluk Selopamioro. Sebenarnya Lemah Rubuh hanyalah sebuah kampung kecil dan sama sekali bukan tempat wisata (apabila definisi tempat wisata adalah sebuah obyek menarik yang oleh pemerintah setempat dijadikan obyek wisata dengan menarik retribusi dari pengunjung), pemandangan yang menarik di sana adalah pemandangan pegunungan seribu, lembah sungai Kali Oyo dan juga jembatan gantung.

“Pemandangan menuju ke arah jembatan gantung, seorang warga sedang beraktivitas. Kalau tidak salah bukit di atas adalah daerah Mangunan, apabila sudah sampai di Jembatan gantung bisa terlihat pagar-pagar di gardu pandang Kebun Buah Mangunan, Bantul”

Akses ke Lemah Rubuh cukup mudah, bisa ditempuh dari Jalan Imogiri timur terus ke Selatan arah Siluk, sebelum jembatan Siluk di sebelah SMP ada jalan kecil ke timur, ikuti jalan itu dan nikmati pemandangan sekitarnya sampai menemukan sebuah jembatan gantung.

“Menurut cerita jembatan dibangun oleh program ABRI masuk desa, sangat membantu akses antara 2 kampung yang terpisahkan oleh Kali Oyo. Terkadang masih terlihat warga yang menyeberang Kali Oyo di bagian sungai yang dangkal”.

Akses dari selatan juga bisa, yaitu setelah melewati jembatan Siluk ambil jalan yang lurus (ke arah Panggang), di kiri jalan ada lapangan sepakbola dan kantor kelurahan, ambil jalan kecil di samping Kelurahan dan ikuti jalan kampung sampai ke Jembatan gantung.

“Salah satu pemandangan bantaran Kali Oyo yang dangkal dan jernih sampai dasar sungai terlihat jelas dari permukaan”

Pemandangan utama di Lemah rubuh adalah sebuah jembatan gantung yang menghubungkan dua kampung yang terpisah oleh Kali Oyo. Tapi menurut saya, adalah Kali Oyo dan bukit-bukit disekitarnya-lah yang membuat tempat ini begitu pas untuk hunting pemandangan alam. Kali Oyo pada musim kemarau mempunyai air yang jernih dan sejuk dengan warna kehijau-hijauan (mungkin karena refleksi warna lumut). Dasar sungai pun tidak begitu dalam (di bagian-bagian tertentu) sehingga dasar sungai kelihatan dari permukaan. Meskipun demikian tidak disarankan mandi di sungai mengingat ada beberapa bagian sungai yang menurut warga sekitar banyak memakan korban jiwa karena dalam (kalau pengen mandi, tanya-tanya ke warga sekitar dulu mana tempat yang recommended.

“Kali Oyo terletak di sebuah lembah antara dua bukit, airnya jernih dan beberapa bagian dangkal, batu-batuan putihnya banyak di ambil warga untuk di jual sebagai batu taman”

“Terlihat seorang warga sedang menyebrang Kali Oya sambil membawa bawaan di punggungnya. Kehidupan terlihat sulit di tempat sulit bagi kita yang tidak pernah mengalaminya, tetapi sepertinya warga sekitar tetap bisa hidup dan menikmatinya dengan segala kebersahajaan mereka”

“Menowi bade adus mboten ten kedung nggih mas! itulah peringatan yang disampaikan oleh warga sekitar perihal tempat ini, sudah banyak korban tenggelam di kedung ini. Dari atas memang terlihat kalau sungainya dalam..waspadalah…waspadalah”

” Sewaktu mengambil gambar ini ada warga sekitar membawa senapan angin sedang menembak ikan, Sepertinya tempat ini banyak ikannya, pernah mencoba mancing tapi sungai sedang banjir dan airnya keruh, dan tidak dapat apa-apa. Mungkin kalau air sedang tenang lebih mantap lagi buat mancing”

Source https://kwicaksono.wordpress.com https://kwicaksono.wordpress.com/2010/10/10/lemah-rubuh-secuil-pemandangan-di-bumi-bantul/
Comments
Loading...