Lebak Naga : Wisata Alami di Kota Pelaihari

0 29

Wisata pendakian yang baru di buka kira-kira 5 bulan oleh warga Panyipatan Pelaihari ini mungkin masih terdengar baru ditelinga kita. Selama ini yang kita tahu di Pelaihari terdapat Bukit Teletubbies Bukit Lintang, Pantai Takisung dan Pantai Batakan. Entah siapa yang memulainya mengenalkan Bukit ini ke orang – orang.

Perjalanan di mulai dari Banjarmasin yang ditempuh kira-kira 3 jam, hanya menggunakan motor berangkat beramai Рramai, kenapa pakai motor. Karena kita merencanakannya juga serba mendadak. Persiapan yang harus kita lengkapi tentu saja tenda, makanan, tissu basah (namanya juga bukit/gunung tidak ada WC) dan yang paling penting adalah persediaan air minum, jangan lupa bawa jaket atau jas hujan untuk jaga-jaga kalau hujan selama pendakian. Lokasi Bukit Lebak Naga sebenarnya sangat dekat dengan Pantai Batakan, mungkin sekitar 5 km sebelum pantai. Jadi, ketika kita sampai puncak di cuaca yang masih terang kita akan melihat Pantai Batakan dari ketinggian puncak bukit yaa mungkin ketinggiannya 500-600 Mdpl.

Jangan takut tidak menemukan lokasi Lebak Naga ini, disana sudah terpasang papan yang bertulisan Gunung Lebak Naga dipinggir jalan. Sama seperti kita ingin ke bukit batas, ada beberapa rumah warga yang dijadikan pos keberangkatan dan juga sebagai tempat penitipan motor, jadi jangan takut kalau motornya tiba-tiba menghilang ketika kita turun dari atas sana.

Sebelum naik, kita harus mengisi data-data rombongan yang berangkat. Untuk biayanya sendiri aku kurang tahu tuh Pendataan ditujukan untuk mendata rombongan yang naik dengan jumlah sekian dan kembali dengan jumlah yang sama. Jangan pelit untuk mengeluarkan uang untuk jasa guide disana, masyarakat disana juga tidak mau melepas begitu saja para wisatawan yang ingin naik dan mereka juga membantu untuk membawakan barang – barang kita loh.

Normal pendakian bagi para pendaki yang sudah profesional bisa ditempuh dalam waktu 1 – 1,5 jam. Tapi buat yang masih newbie dalam bidang pendakian mungkin akan ditempuh dalam waktu 2 – 3 jam. Jalur pendakian Lebak Naga lebih menantang dari pendakian Bukit Batas. Kalau di bukit batas kita masih bisa menemukan jalur datar, tapi di lebak naga jalur datar hanya ada di keberangkatan, sisanya kita hanya melihat tanjakan yang kemiringannya mungkin 60 derajat sampai puncak. Jalur pendakian ini dibuat sendiri oleh warga setempat, jadi setiap melangkahkan kaki kita harus berhati-hati.

Ketika sudah sampai puncak, tinggal pilih saja kalian mau berkemah dimana. Kelompok kami memilih turun sedikit kemudian naik lagi sedikit dan berkemah di tempat yang agak miring dan keras. YAA TEBING BATU, entah apa dipikiran mereka memilih lokasi yang teramat menakutkan itu. Pandangan kedepan jurang, kebelakang pun juga jurang. Buat kami para wanita, buang air kecil pun serasa menantang dunia. Saat pagi datang, lelah dan kepucatan yang ada akan hilang disinari matahari pagi diatas puncak. Cukup dengan mie indomie dan sarden yang di panaskan mengawali pagi kami dengan keindahan alam yang tidak akan kalian dapatkan di kota.

Selamat Datang di Surga Kecil Kami di Tanah Borneo, Jaga Gunung Kita, Jaga Hutan Kita, Jangan NYAMPAH !!! Gunung Lebak Naga sebenarnya ingin di ambil alih oleh Pemerintah Daerah setempat, namun warga menolak menyerahkannya karena ingin mengelola sendiri wisata yang mereka jaga. Semoga apa yang kami perkenalkan ini tidak melahirkan para pendaki alay yang lupa sama sampahnya sendiri.

Source http://birujinggaborneo.blogspot.com http://birujinggaborneo.blogspot.com/2015/05/lebak-naga-pelaihari.html
Comments
Loading...