Keunikan Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya

0 119

Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria

Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria atau lebih dikenal dengan sebutan Gereja Kepanjen telah berdiri sejak 1815. Merupakan salah satu tempat ibadah umat khatolik yang Lokasinya berada di Jl. Kepanjen 4-6, Surabaya. Sekitar 1,2 km dari Tugu Pahlawan lewat jalan sedikit memutar. Gereja ini merupakan gereja katolik tertua di Surabaya.

Desain dengan gaya Eropa yang megah dan menawan menjadikan gereja ini selain sebagai tempat peribadatan juga tempat wisata yang menarik bagi turis. Ditambah menara kembar yang menjulang setinggi 15 meter membuat gereja Kepanjen nampak gagah dan kokoh. Nah, gereja tertua di Surabaya ini tentunya memiliki beberapa ciri khas yang harus Sobat Rooang ketahui. Berikut ialah 5 keunikan gereja ini:

Dinding Bata

Gereja yang juga dikenal dengan nama Gereja Kepanjen ini berdiri megah dengan balutan batu bata klasik Eropa serta pilar-pilarnya yang menjulang setinggi 12 meter. Dibangun pada 18 April 1899, Gereja ini mampu menampung kurang lebih 3000 jemaat. “Onze Lieve Vrouw Geeborte” adalah nama Belanda dari gereja ini. Dibangun atas usul seorang uskup Belanda bernama Mgr. Edmundus Sybrandus Luypen SJ dan diberkati pada 5 Agustus 1900.

Rose Window dan Kaca Mozaik

Dirancang oleh seorang arsitek berkebangsaan Belanda, W. Westmaas, bangunan sakral ini dibangun dengan gaya Neo Gotik yang berciri utama rose window (jendela berbentuk bundar) di setiap sisinya yang memiliki fungsi berbeda. Selain arsitek dari Belanda, seorang arsitek berkebangsaan Indonesia, Muljono Widjosastro juga turut andil dalam merancang desain kaca-kaca mozaik.

Interior di dalam bangunan tidak kalah menarik. Jendela-jendela besar memberikan keleluasaan masuknya sinar matahari menerangi ruangan. Kaca mozaik berwarna-warni yang menggambarkan perjalanan Kristus dan murid-muridNya ini memberikan kesan megah dan religius.

Atap

Ciri khas ruang membentuk busur, kolom dan kuda-kudanya menjadi satu. Atap-atapnya membentuk kubah disertai pilar-pilar tinggi. Batu bata yang menempel di tembok disusun tanpa dilapisi semen. Jika dilihat dari atas, bangunan tersebut berbentuk salib. Jika dilihat, atap pada bangunan ini memiliki bentuk menyerupai anak panah. Pemakaian ornamen kaca mozaik menjadi penyempurna bangunan bersejarah ini.

Pilar dan Langit-Langit Kayu Lokal

Tidak hanya budaya Belanda yang terlihat dari bangunan ini, tetapi budaya Indonesia pun tampak jelas terlihat melalui pilar serta langit-langit kayu pada bangunan ini yang diambil dari kayu Jati khas Kalimantan.

Source http://media.rooang.com http://media.rooang.com/2014/12/5-keunikan-gereja-kelahiran-santa-perawan-maria-surabaya/
Comments
Loading...