Kelenteng Fuk Tet Che Belitung Timur

0 25

Salah satu tempat destinasi kunjung ketika kami masih berada di Gantung, adalah ke Kelenteng Fuk Tet Che Belitung Timur, yang menurut catatan lokasinya berada di Desa Kebon Baru. Sedikitnya informasi yang tersedia tentang Kelenteng Fuk Tet Che ini tidak menyurutkan niat untuk tetap mencoba mengunjunginya. Setelah sempat bertanya, lokasi kelenteng bisa kami temukan. Jaraknya dari Bendungan Pice 1,5 km, menyusur jalan sejajar Sungai Lenggang, lewat sedikit di pertigaan besar Gantung, lalu belok ke kanan di pertigaan berikutnya.

Tak ada ornamen naga pada pilar bangunan, tak ada pula patung sepasang naga atau burung hong dan mutiara di atas atap. Terpisah di sebelah kiri depan ada sebuah altar lagi. Pada dinding sebelah kanan Kelenteng Fuk Tet Che Belitung Timur terdapat sebuah tengara yang berbunyi “Dengan Rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, Pemugaran Vihara Citra Dharma, Gantung / Belitung. Diresmikan oleh: Bupati Daerah Tk II Belitung, pada tanggal 24 Januari 1986 (tanda tangan, AS Kristyanto)” Altar utama di Kelenteng Fuk Tet Che Belitung Timur dengan patung dan lukisan Tu Ti Pak Kung (Hok Tek Ceng Sin, Dewa Bumi) menempel pada dinding kelenteng. Pada meja terdapat dua buah hiolo kecil mengapit sebuah hiolo lain yang berukuran lebih besar, ketiganya penuh tancapan batang hio yang baranya telah padam. Di sayap kiri kanan meja terdapat tempat lilin yang tinggal menyisakan lelehannya, dan di depannya masing-masing terdapat cawan kaca berisi lampu minyak dengan sumbu menyala.

Kain yang menggantung di depan meja dihias sulaman para dewa dan sepasang naga. Tambur untuk menandai ritual ibadah di kelenteng terlihat tidak digantung, namun diletakkan di bawah dengan dudukan kayu.  Kwan Im dikenal sebagai dewi yang welas asih, dan dipercaya selalu memberi pertolongan kepada siapa saja yang meminta atau membutuhkannya. Kwan Im juga mengajarkan agar sesama manusia saling mengasihi.

Dua puluh ajaran welas asih Dewi Kwan Im adalah (dari Wikipedia): “Jika orang lain membuatmu susah, anggaplah itu tumpukan rejeki. Mulai hari ini belajarlah menyenangkan hati orang lain. Jika kamu merasa pahit dalam hidupmu dengan suatu tujuan, itulah bahagia. Lari dan berlarilah untuk mengejar hari esok Setiap hari kamu sudah harus merasa puas dengan apa yang kamu miliki saat ini. Setiapkali ada orang memberimu satu kebaikan, kamu harus mengembalikannya sepuluh kali lipat. Nilailah kebaikan orang lain kepadamu, tetapi hapuskanlah jasa yang pernah kamu berikan pada orang lain. Dalam keadaan benar kamu difitnah, dipersalahkan dan dihukum, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dalam keadaan salah kamu dipuji dan dibenarkan, itu merupakan hukuman. Orang yang benar kita bela tetapi yang salah kita beri nasihat.”

Altar untuk memuja Kwan Kong di bagian tengah ruang belakang Kelenteng Fuk Tet Che Belitung Timur. Jika Pak Kung dipuja agar rejeki lancar, Konghucu dipuja agar memiliki perilaku mulia, maka Kwan Kong dipuja untuk memberi kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan kejujuran. Jika melihat pakaian patungnya yang menyerupai Lao Tze, maka altar di sudut kiri belakang bangunan Kelenteng Fuk Tet Che Belitung Timur ini tampaknya diperuntukkan untuk memuja Konghucu.

Source https://www.aroengbinang.com https://www.aroengbinang.com/2018/03/kelenteng-fuk-tet-che-belitung-timur.html
Comments
Loading...