Kelenteng Eng An Kiong, Tempat Wisata Religi Malang

0 24

Kelenteng Eng An Kiong, Tempat Wisata Religi Malang

Salah satu obyek wisata yang cukup menarik dan unik untuk dikunjungi di Kota Malang adalah Kelenteng Eng An Kiong. Kelenteng ini merupakan kelenteng Tri Dharma, yaitu dipergunakan sebagai tempat ibadah bagi penganut agama Ji (Khonghucu), Too (Tao), dan Sik (Buddha). Lokasi Kelenteng Eng An Kiong sangat strategis di tengah kota, tepatnya berada di Jalan R.E. Martadinata 1 Malang.

Untuk mengunjungi kelenteng ini sangat mudah karena letaknya berdekatan dengan Pasar Besar, di kawasan Kotalama Malang. Bus antar kota juga melewati jalan tepat di depan Kelenteng Eng An Kiong. Bila menggunakan angkutan kota dari Terminal Arjosari bisa naik angkot ABG. Banyak wisatawan domestik maupun asing yang singgah ke kelenteng ini. Pada hari Sabtu dan Minggu jumlah wisatawan dan pengunjung lebih banyak lagi karena berbarengan dengan orang-orang yang hendak sembahyang.

Kelenteng ini memiliki arsitektur bangunan yang menarik, karena mirip dengan bentuk bangunan kelenteng yang ada di Cina. Bangunan kelenteng mempunyai banyak ukir-ukiran dan lukisan yang memiliki nilai seni yang tinggi dan makna yang mendalam. Selain itu, seringkali diadakan berbagai macam upacara ritual yang sangat menarik di Kelenteng Eng An Kiong ini. Pengunjung bisa mengikuti ataupun menyaksikan keunikan tradisi kelenteng dan masyarakat di Tionghoa pada saat upacara ritual tersebut diadakan.

Sebutan suci bagi kelenteng ini dikenal dengan nama Eng An Kiong, yang dapat diartikan sebagai Istana Keselamatan dalam Keabadian Tuhan. Kelenteng Eng An Kiong ini dipersembahkan untuk menghormati Kongco (yang mulia) Hok Tik Cing Sien (Beroleh Berkah dalam Kebajikan). Sedangkan berdirinya (sejit) kelenteng diperingati setiap tanggal 6 bulan 6 penanggalan Lunar (Khongcu–lik). Di kelenteng ini juga selalu memperingati hari besar lainnya seperti hari kelahiran, kesempurnaan dan mangkatnya Dewi Kwan Im. Setiap hari Sabtu, kelenteng menggelar acara Cia Peng An atau makan gratis.

Kelenteng ini memiliki bangunan yang luas dengan didukung halaman yang cukup luas, bila dibandingkan dengan keberadaan sejumlah kelenteng lain di sejumlah kota di Indonesia. Sebut saja, Kelenteng Boen San Bio di Tangerang dan Kelenteng Po An Kiong di Solo. Kedua kelenteng tersebut terhimpit bangunan komersial di tengah-tengah lingkungan yang padat dan tidak memiliki halaman sama sekali. Awalnya, kelenteng ini hanya tempat ibadah utama saja. Namun, kelenteng tersebut terus berkembang hingga saat ini luas bangunan mencapai sekitar 5.000 m². Kelenteng ini memiliki 99 rupang atau kiem siem (patung dewa-dewi) di seluruh ruangan. Sekarang juga ada aula untuk kegiatan kesenian.

Di Kelenteng Eng An Kiong, di samping adanya altar utama untuk Kongco Hok Tik Cing Sien, juga terdapat 10 ruang lainnya. Dua ruang di belakang Altar Pusat yaitu ruang Kwan Im dan 18 Lou Han terletak di belakang tengah. Di seberang depan ruang Kwan Im terdapat Hwie Dwo Pusak. Ruang Milekhut berada di sebelah kanan ruang Kwan Im. Terdapat 4 ruang di sebelah kanan (kedudukan macan) yaitu ruang Buddha Gautama, Tay Sang Lau Cin, Kwan Kong, dan Tay Swie. Sedangkan di ruang kiri (kedudukan naga) juga terdiri dari 4 ruangan yaitu ruang Kong Hu Cu, Kong Tik Cun Ong, Jay Sen, dan Tie Jang Wang Pusak.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/3717/kelenteng-eng-an-kiong/
Comments
Loading...