Keindahan Wisata Alam Watu Semaur di Ponorogo

0 189

Watu Semaur

Watu Semaur merupakan salah satu wisata alam sebuah batu besar yang menjulang. Jika ada orang berteriak maka akan menggema sehingga seperti orang menjawab, mungkin karena itulah dinamakan Watu Semaur. Watu Semaur ini terletak dipinggir jalan raya Ngrayun-Jajar tepatnya di Desa Selur Kecamatan Ngrayun, Ponorogo, Jawa Timur. Yakni, sebuah tebing batu besar yang berada di tengah-tengah padang rumput. Tebing batu ini oleh warga setempat kemudian dinamakan Watu Semaur, karena jika ada orang berteriak akan menggema seperti berteriak di dalam gua.

Keindahan Watu Semaur

Watu Semaur juga memiliki keindahan yang sering dimanfaatkan oleh para penghobi olah raga panjat tebing atau climbing. Karena, mempunyai ketinggian sekitar 125 meter, sehingga sangat cocok untuk mengadu nyali menaklukan ketinggian tebing ini. Jika musim kemarau, area di sekitar Watu Semaur sering dijadikan tempat berkemah. Banyak pengunjung yang sengaja berkemah disini untuk menikmati keindahan Watu Semaur sambil panjat tebing. Mereka berasal dari Ponorogo, Madiun, Magetan dan banyak juga dari Surabaya serta kota-kota lainnya.

Mitos Watu Semaur

Dibalik indahnya Watu Semaur, terdapat mitos asal mula batu tersebut. Menurut cerita masyarakat sekitar Watu Semaur tidak sama dengan batu-batu lainnya, namun batu tersebut memiliki asal usul dan masih dipercayai masyarakat sekitar sampai sekarang. Menurut masyarakat setempat, terjadinya Watu Semaur bermula dari sebuah kepercayaan jika hutan (tempat Watu Semaur berada) sangatlah angker. Ada sebuah kepercayaan, jika ada pasangan pengantin sebelum lima hari setelah nikah tidak boleh lewat hutan tersebut tanpa ada yang menemani (Batur Manten-Jw). Pada suatu hari ada pasangan pengantin baru yang nekat lewat hutan tersebut hanya berdua.

Pada saat lewat hutan tersebut pengantin pria tiba-tiba ingin buang air, kemudian pengantin pria menyuruh pengantin wanita untuk menunggu sebentar di tempat yang agak jauh. Pengantin wanita pun mencari tempat  yang enak untuk menunggu suaminya yang sedang buang air. Setelah selesai buang air pengantin pria berniat mencari istrinya sambil memanggil-manggil nama istrinya.

Panggilan sang suami selalu dijawab sang istri, namun ternyata istrinya tidak ditemukan. Setiap kali dipanggil selalu dijawab tapi wujud istrinya tidak ada. Akhirnya sang suami kecapekan dan berhenti mencari, ditempat berhenti itulah sang suami berubah menjadi sebuah batu dan dinamakan Batu Kodok (terletak sebelum Watu Semaur). Sedangkan sang istri berubah menjadi Watu Semaur. Itulah secuil kisah tentang asal mula Watu Semau

Source https://elzhito.wordpress.com https://elzhito.wordpress.com/2012/03/10/watu-semaur-asal-mula-dan-mitosnya/
Comments
Loading...