Keindahan Pulau Cipir di Kepulauan Seribu

0 119

Pulau Cipir

Pulau Cipir merupakan salah satu pulau yang terletak di kepulauan Seribu. Pulau ini termasuk dalam wilayah administratif Kelurahan Pulau Untung Jawa Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta.
Pulau ini sudah mulai ditata untuk tujuan wisata. Di pulau ini terdapat peninggalan sejarah, yaitu sebuah benteng yang dibangun oleh Belanda pada zaman VOC. Disini ada sumber air tawar yang jernih dan bersih. Perjalanan ke pulau Kahyangan bisa ditempuh dengan perahu motor yang memang disediakan untuk melayari dengan rute Pantai Marina, Ancol, ke Pulau Kahyangan, pergi dan pulang. Lama perjalanan tidak lebih dari 30 menit.

Catatan Sejarah di Pulau Cipir

Pulau Cipir menyimpan banyak sekali cerita sejarah sejak abad ke -19 (1911). Nuansa sejarah dapat dirasakan mulai dari pintu masuk pulau ini. Pada pintu masuk Pulau Cipir, disuguhkan sebuah prasasti tua. Pulau ini pada jaman Belanda dulu digunakan sebagai tempat karantina dan rumah sakit bagi jemaah haji. Seluruh calon jemaah haji dari seluruh Indonesia akan dikumpulkan terlebih dahulu di pulau ini untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Jika terus berjalan menyusuri pulau Cipir, maka akan menemukan sebuah bangunan rumah sakit tua. Rumah sakit ini dibangun pada tahun 1670. Akan tetapi bangunan rumah sakit ini tidak utuh lagi layaknya sebuah rumah sakit sekarang.
Dan jangan lupa bahwa pada waktu itu untuk pergi haji, calon jemaah tidak menggunakan pesawat, akan tetapi menggunakan kapal laut yang memakan waktu berbulan-bulan. Setelah mereka selesai pulang dari ibadah haji, mereka harus kembali dikarantina di pulau ini. Selain untuk di cek kondisi kesehatannya juga sebenarnya ada maksud lain dari pemerintah Belanda. Belanda khawatir dengan gerakan Islam di Arab akan berpengaruh kepada para Haji ini sehingga ajan memberontak Belanda sepulangnya dari ibadah haji. Ternyata dari sini juga asal mulanya gelar haji diberikan pada orang-orang yang telah menunaikan ibadah haji. Gelar haji hanya ada di Indonesia, karena waktu dulu orang-orang yang sudah kembali dari ibadah haji dan di karantina oleh pemerintah Belanda, akan diberikan gelar haji itu.

Pengunjung di Pulau Cipir

Kunjungan wisatawan ke pulau ini pun seringnya hanya selintas sambil lalu saja. Tak banyak orang yang merasa perlu untuk berlama-lama tinggal. Tak banyak pula yang mencatat dengan detil kunjungannya ke pulau ini. Padahal, Pulau Cipir tak kalah berperannya menjadi basis pertama wilayah kompeni Belanda dalam menguasai nusantara.

Bangunan di Pulau Cipir

Serupa dengan bangunan lainnya di Pulau Cipir, bangunan ini juga tak beratap dan tak berjendela. Namun, yang membuatnya berbeda dengan bangunan lainnya, di dalam ruangan bangunan ini tidak kosong, melainkan ada semacam pondasi yang konon digunakan sebagai tempat dilakukannya eksekusi suntik mati maupun gantung diri. Pikiran saya berspekulasi, mungkin nama Kahyangan disematkan karena pulau ini menjadi pintu gerbang ke alam baka yang ada di negeri kahyangan bagi mereka yang dieksekusi mati di ruangan ini.
Selain bangunan bekas barak karantina haji, di Pulau Cipir juga terdapat bekas benteng bundar besar. Bangunannya tidak seperti benteng-benteng Mortello yang ada di Pulau Kelor, Bidadari, dan Unrust, tapi berupa benteng pertahanan biasa. Keadaan temboknya yang sudah tidak utuh lagi diperparah dengan adanya vandalisme dari para pengunjung pulau yang buta mengenai benda cagar budaya. Beberapa meriam tua karatan buatan Belgia rampak teronggok seolah menegaskan bahwa di masa lampau tempat ini pernah berjaya. Konon, meriam-meriam tersebut ‘ditemukan’ dari dalam pasir pantainya.
Source http://nuswantaranews.blogspot.co.id http://nuswantaranews.blogspot.co.id/2013/12/wisata-sejarah-di-pulau-cipir-atau.html
Comments
Loading...