Keindahan Kampung Paronambaroro, di Pulau Sumba

0 5

Kampung Paronambaroro

Berdasarkan informasi lisan dari masyarakat setempat, kampung Parona Baroro terbentuk pada abad ke-17, melalui upacara adat yang dilaksanakan oleh Rato Beru, Rato Padudu dan Rato Tende Kapepe dari kampung Waindimu, ketiga Rato inilah yang bertemu untuk berkompromi dalam rangka menyamakan persepsi untuk menetapkan nama kampung, yakni Parona Baroro. Kampung Parona Baroro memiliki hubungan kekerabatan yang erat dengan kampung Waindimu sejak awal terbentuknya kampung ini.

 

Daya tarik kampung ini terletak pada keaslian rumah adat (Uma Kalada) dan kubur batu megalit yang berjejer di tengah kampung dan diluar kampung. Terdapat juga beberapa kubur batu yang telah dibangun dengan pintu penutup kubur masih dalam posisi terbuka, dan kubur ini dipersiapkan untuk para sanak saudara yang akan meninggal dunia, namun tidak diketahui kapan hal itu akan terjadi. Kampung Parona Baroro juga melaksanakan upacara adat Paosla bersama – sama dengan kampung Waindimu. Pasola yang dilaksanakan di kampung ini merupakan pasola awal sebagai pemanasan.

Akomodasi di Kampung Paronambaroro

Belum tersedia akomodasi dan restoran yang dekat dengan situs ini. Wisatawan harus menginap di kota Tambolaka yang berjarak 45 km ke lokasi situs, dan diharapkan membawa bekal makanan saat berkunjung ke situs ini.

Transportasi ke Kampung Paronambaroro

Jarak dari kota Tambolaka ke lokasi situs 42 km dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 20 menit. Kondisi jalan beraspal dan terpelihara dengan baik. Untuk mencapai kampung ini, dari kota Tambolaka anda dapat menyewa jasa travel atau menggunakan angkutan umum mini bus jurusan Bondo Kodi yang beroperasi setiap hari. Jika mnggunakan mini bus anda harus turun di Bondo Kodi dan melanjutkan dengan menyewa ojek.

Source http://kartikacandra.com http://kartikacandra.com/wisata-tambolaka/
Comments
Loading...