Keindahan Kampung Manola, di Pulau Sumba

0 18

Kampung Manola

Kampung Manola memiliki 42 rumah adat (Uma Kalada) dan 113 kubur batu tua. Sejarah lisan menceriterakan bahwa orang – orang yang tinggal di kampung ini adalah keturunan dari gunung Yawila (sebuah gunung besar dan tinggi di sekitar wilayah ini). Kampung ini terkenal dengan sebuah upacara adat yang disebut upacara ‘TEDA’. Makna upacara ini yakni meminta berkat dari sang maha Dewa Marapu untuk keberhasilan panen dan menolak malapetaka atau musibah. Acara ini sangat menarik karena ritual adat yang dilakukan unik, dimana masyarakat kampung beramai – ramai berarak dari rumah ke rumah menuju tempat penyembahan di sebuah hutan di pinggir kampung.

Dengan membawa serta nasi yang disimpan dalam piring yang terbuat dari kayu, dan masing – masing mereka membawa satu ekor ayam. Ayam ini kemudian disembelih dan dibakar untuk mengeluarkan buluhnya lalu dibelah untuk mengambil hatinya dan diramal untuk melihat nasib mereka masing – masing dalam karya mereka selama setahun yang akan datang. Kampung Manola terletak didaerah pegunungan dengan alam pegunungan yang hijau dan sejuk. Perjalanan menuju kampung ini juga memberikan pengalaman tersendiri karena kita dapat menjumpai burung endemic sumba “kakatua jambul kuning” yang bertengger di pepohonan di pinggir jalan.

Aktivitas diKampung Manola

Di kampung ini anda dapat menyaksikan upacara adat “teda” atau ikut berbaur dengan masyarakat setempat saat acara berlangsung. Upacara ini dilakukan setiap tahun pada bulan November. Selain itu anda juga dapat menyaksikan prosesi penarikan batu kubur, atau melakukan kegiatan pengamatan burung disekitar hutan dekat kampung. Informasi dapat menghubungi dinas pariwisata Sumba Barat Daya lewat e-mail: [email protected] atau menghubungi juru pelihara situs, bapak Ledi Ngongo lewat telephone seluler: (081 234 983 116) untuk kepastian tanggal pelaksanaan upacara adat “Teda” dan event – event budaya lainnya.

Akomodasi di Kampung Manola

Belum tersedia akomodasi dan restoran yang dekat dengan situs ini. Wisatawan harus menginap di kota Tambolaka yang berjarak 18 km ke lokasi situs.

Transportasi di Kampung Manola

Jarak dari ibukota Tambolaka ke lokasi situs 18 km dan dapat ditempuh dalam waktu 35 menit. Kondisi jalan beraspal dan sekitar 1 km jalan pengerasan menuju kampung, namun kondisinya masih baik dan dapat dilalui berbagai jenis kendaraan. Untuk mencapai kampung ini sangat mudah, dari kota Tambolaka anda dapat menyewa jasa travel, ojek, atau menggunakan mikrolet, mini bus angkutan kota yang beroperasi setiap hari. Jika anda menggunakan mini bus anda harus turun di Waimangura kecamatan Wewewa Barat dan dilanjutkan dengan menggunakan mikrolet angkutan pedesaan atau ojek.

Source http://kartikacandra.com http://kartikacandra.com/wisata-tambolaka/
Comments
Loading...