Keindahan Desa Wisata Gubugklakah, Kota Malang

0 63

Desa Wisata Gubugklakah

Desa Wisata Gubugklakah atau yang biasa disingkat DWG berlokasi di bagian timur Kecamatan Poncokusumo, sekitar 23 km dari kota Malang. Terletak di kaki Gunung Bromo, Desa Wisata Gubugklakah menyajikan panorama alam indah dan kesejukan khas pegunungan. Nama Gubugklakah berasal dari kata ‘gubug’ yang berarti ‘tempat tinggal yang sangat sederhana’ dan ‘klakah’ yang artinya ‘bambu yang dibelah dua’. Jadi, Gubugklakah merupakan tempat tinggal yang terbuat dari bambu yang dibelah, sebagai simbol kemiskinan yang membelit penduduknya pada jaman dulu.

Begitu memasuki gapura Desa Wisata Gubugklakah, pengunjung bisa langsung merasakan nuansa khas desa wisata ini. Wisatawan bisa melihat homestay(rumah singgah) berjajar di kanan-kiri jalan dan toko-toko yang menjual suvenir khas Desa Wisata Gubugklakah.  Tak hanya itu, setidaknya tiap dua menit sekali, minimal ada satu mobil jeep 4×4 yang melintas di jalanan Desa Wisata Gubugklakah. Mobil-mobil tersebut merupakan sarana transportasi bagi para pengunjung yang sedang berwisata di area desa Gubugklakah hingga ke Gunung Bormo, Semeru, dan Tengger.

Sebagai desa wisata, Desa Gubugklakah memiliki beberapa destinasi yang menarik seperti Wisata Agro Apel, Coban Pancut, dan Coban Gereja. Dengan biaya sebesar Rp 15.000 per orang, pengunjung bisa menikmati wisata petik apel di kebun yang cukup luas. Bahkan Anda diperkenankan makan apel sepuasnya di tempat ini. Jenis apel yang ditanam di wilayah Gubugklakah adalah rome beauty, manalagi, dan apel Australia. Bila ingin membeli apel dari penduduk, harganya Rp 15.000 per kg, sedangkan jika membeli apel dengan cara memetik sendiri di kebun harganya menjadi Rp 20.000 per kg.

Bagi yang ingin berlama-lama menikmati keindahan Desa Wisata Gubugklakah, bisa memilih paket wisata yang dikelola lembaga Desa Gubugklakah. Salah satunya adalah paket Bromo dua hari satu malam dengan biaya Rp 2.750.000 untuk 1-6 orang. Objek wisata yang akan dikunjungi dalam paket ini adalah Alun-Alun Balaikota Malang, Candi Jago, Coban Pelangi, Bromo Sunrise, Savana, dan Bukit Teletubies. Fasilitas yang didapatkan wisatawan adalah transportasi penjemputan dari stasiun, terminal atau bandara di Malang, homestay tinggal bersama warga desa, tiket destinasi wisata, makan tiga kali (pagi, siang, dan malam), minum teh atau kopi, dan transportasi menuju objek wisata.

Menariknya, Desa Wisata Gubugklakah juga memiliki berbagai inovasi yang belum dimiliki desa wisata lain. Yakni setiap pengunjung yang datang bisa memesan kaos sebagai suvenir khas Desa Wisata Gubugklakah. Kaos tersebut didesain dengan gambar foto wisatawan ketika mengunjungi objek-objek wisata yang ditawarkan, misalnya foto dengan background Gunung Bromo. Tak hanya itu, desa wisata ini juga memiliki souvenir menarik yang disebut Apel Kaligrafi. Dinamakan Apel Kaligrafi, karena di permukaan apel terpampang tulisan berdasar pesanan.

Bila Anda akan ke Gunung Bromo, sempatkanlah untuk bermalam di Desa Wisata Gubugklakah ini. Kekayaan alam dan pesona desa wisata ini dijamin akan memanjakan siapa saja yang mengunjunginya.  Setidaknya  ada 67 rumah warga yang dibuka untuk homestay. Bahkan pada saat high season, rumah warga yang lain juga bisa digunakan sebagai penginapan. Rata-rata tiap bulannya ada 200 wisatawan yang berkunjung dan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh Desa Wisata Gubugklakah. Ketika masuk high season, jumlahnya bisa meningkat lebih dari 1.000 wisatawan.

Mengenai tarif, sejak 5 Mei 2014, bagi wisatawan nusantara yang ingin menuju Gunung Bromo dikenai biaya Rp 27.500 pada hari biasa dan Rp 32.500 pada saat liburan. Sedangkan bagi wisatawan asing tarifnya sebesar Rp 217.500 pada hari biasa dan Rp 317.500 pada musim liburan. Sementara itu, pendakian ke Gunung Semeru untuk wisatawan lokal dikenai biaya Rp 17.500 pada hari biasa dan Rp 22.500 pada saat liburan. Khusus wisatawan asing, biaya pendakian pada hari biasa sebesar Rp 207.500 dan Rp 307.000 pada hari libur.

Untuk menuju Desa Wisata Gubugklakah, aksesnya cukup mudah. Dari pusat kota Malang, arahkan perjalanan menuju Tumpang. Dari Tumpang bisa langsung dilanjutkan menuju Desa Gubugklakah. Sudah ada papan penunjuk di sepanjang jalan. Ikuti saja jalan arah ke desa tersebut hingga menjumpai Simpang  Jemplang dan gapura pintu masuk Desa Wisata Gubugklakah.

Source http://surabaya.panduanwisata.id http://surabaya.panduanwisata.id/wisata-alam/pesona-menawan-desa-wisata-gubugklakah/
Comments
Loading...