Keindahan Alam Pulau Nasi, Aceh

0 8

Pulau Nasi

Pulau Nasi atau yang dikenal juga dengan nama Peunaso (diisi) merupakan pulau terbesar kedua setelah Pulau Breuh (beras) yang menjadi bagian dari gugusan Pulo Aceh. Letaknya berada di sebelah barat laut pulau Sumatra. Penamaan Pulau Nasi ini dilakukan pada masa penjajahan Belanda. Konon, dinamai pulau nasi karena jika ada yang berlayar dari Ulee Lheue menggunakan rakit, maka hanya perlu membawa bekal nasi. Sedangkan jika berlayar ke Pulau Breuh yang lebih jauh, maka bekal yang harus dibawa ialah beras dan beras tersebut ditanak saat perjalanan. Jika membawa nasi, maka nasi tersebut akan basi.

Pulau nasi terdiri dari lima gampong yaitu, gampong Deudap, Alue Reuyeung, Rabo, Pasi Janeng dan Lamteng. Perjalanan menuju pulau nasi sendiri memakan waktu sekitar satu jam dan dapat ditempuh dengan menggunakan boat ataupun kapal feri dari pelabuhan Ulee Lheue. Boat berangkat dari Deudap atau Lamteng pada pukul delapan pagi. Sedangkan kapal feri biasanya berangkat dari pelabuhan Ulee Lheue menuju pelabuhan Lamteng pada pukul delapan pagi. Dan kembali ke Ulee Lheue pada pukul 11 siang. Biaya untuk sekali perjalanan menyebrang berkisar Rp20.000.

Pulau Nasi memiliki beberapa tempat yang dapat disewa untuk menginap. Jika kamu dan rombonganmu tak ingin repot, kalian dapat menyewa penginapan di Gampong Deudap atau Lamteng. Satu kamar dapat diisi oleh dua sampai tiga orang, dengan tarif sekitar Rp200.000 per malam. Kalau kamu lebih suka berpetualang, tak ada salahnya untuk membuat tenda di spot-spot yang sudah ditentukan. Kamu dan teman-temanmu bisa menikmati indahnya langit malam sambil mendengar deburan ombak di pinggir pantai.

Sebelum matahari terbit, jangan lupa untuk bergegas menuju mercusuar yang berada di Ujung Eumpee Gampong Deudap. Kamu akan menemukan indahnya sunrise di tempat ini. Ada juga mercusuar yang dibangung pada masa penjajahan Belanda yang bisa kamu gunakan sampai sekarang.  Puas menikmati sunrise, kamu dapat berkeliling pulau dan melihat pemandangan dari berbagai spot yang ada di Pulau Nasi. Untuk berjalan-jalan, kamu dapat menyewa motor dengan tarif Rp150.000 atau menyewa pick-up jika kamu pergi bersama rombongan yang cukup banyak. Kamu juga bisa meminta antar pada penduduk lokal ke tempat-tempat yang kamu ingin kunjungi. Tarifnya hanya Rp20.000 untuk satu tujuan.

Diperjalanan, kamu akan menemukan rombongan sapi dan kerbau yang berkeliaran. Pemandangan seperti ini tentunya tidak akan kamu temui dikota-kota besar. Jika sedang beruntung, kamu juga dapat memotret lucunya kera-kera yang ada di tempat ini. Kamu juga dapat melihat keindahan pantai Nipah dan Gampong Lamteng dari ketinggian. Tidak hanya pemandangan laut, kamu akan dimajakan juga dengan hijaunya bukit yang membentang disepanjang perjalanan. Jangan lupa sisakan waktu untuk berkunjung ke Gampong Alue Reuyeung. Disana kamu bisa melihat makam Raja Kandang dan membaca sejarah Pulau Nasi.

Pulau Nasi juga punya pemandangan sunset yang sangat indah. Untuk melihatnya, kamu harus berkunjung ke pantai Mata’i atau Pasi Raya yang berada di Gampong Pasi Janeng. Kalau kamu berkunjung ke Pulau Nasi pada hari minggu, sempatkan juga untuk melihat Rapa’i dan tarian Likok Pulo di Desa Rabo. Biasanya para pemuda memulai latihan dimalam hari. Masih merasa belum cukup dengan berbagai objek tersebut, coba juga sensasi memancing di Pulau Nasi. Kamu dapat mencoba memancing di Lambaluem yang terdapat di Gampong Deudap. Kamu juga dapat ikut warga lokal yang hendak mencari cumi dan gurita pada malam hari.

Source https://pulaunasi.wordpress.com https://pulaunasi.wordpress.com/2017/07/29/dua-malam-di-ujung-barat-indonesia/#more-21
Comments
Loading...