Keindahan Alam di Kebun Teh Liki

0 5

Kebun Teh Liki

Kebun Teh Liki terhampar di sepanjang jalan sebelum memasuki Kota Padang Aro, ibukota Kabupaten Solok Selatan. Warna hijaunya menyejukkan mata. Keindahannya dilengkapi oleh latar yang megah, diawali dengan perbukitan taman nasional kerinci seblat yang memanjang, dan diakhiri dengan gunung kerinci yang menjulang tinggi dengan angkuhnya. Gunung Kerinci terlihat sangat cantik, seolah melambai-lambaikan tangan kepada setiap penakluk alam untuk mendekati dan mendakinya.

Di situsnya, PT Mitra Kerinci menyatakan bahwa hampir 85% teh yang dikonsumsi di Indonesia berasal dari kebun teh liki. Padahal tahu sendiri kan ada banyak kebun teh di Indonesia, dan yang paling terkenal tentu kebun teh puncak Bogor. Jadi bisa kalian bayangkan betapa luasnya area kebun teh liki ini, dan betapa banyak hasil produksi tehnya. Awalnya, meminum teh putih langsung di dekat sumbernya juga menjadi salah satu list di itinerary kami. Tapi karena satu dan lain hal, kesempatan tersebut hilang. Hufff.. Semoga akan datang lagi kesempatan di lain waktu. Padahal pengen banget ngerasain teh putih, karena selama ini belum pernah. FYI, teh putih ini merupakan salah satu varietas teh termahal di dunia.

Panas matahari belum sepenuhnya sampai ke permukaan bumi saat kami bergegas meninggalkan kawasan saribu rumah gadang di Muara Labuh menuju Padang Aro, tempat di mana kebun teh liki berada. Kami sampai di kebun teh liki sekitar pukul 8 wib, setelah sebelumnya mengunjungi Puncak Pinang Awan dan Waterboom Solok Selatan yang hanya beberapa kilometer jauhnya dari kebun teh liki. Titi, yang pagi itu kondisi tubuhnya kurang fit, segera turun dari mobil dan mencari tempat untuk memuntahkan “jackpotnya” :D.. Jalanan yang berkelok-kelok memang cukup membuat perut mual, terlebih bagi yang mudah mabuk perjalanan dan kondisi badan kurang fit. Awalnya kami kira Nanda akan mengalami hal serupa dengan Titi, karena dia juga gampang mabuk perjalanan. Namun hari itu ternyata kemampuannya menaklukan rasa mual sedang meningkat :D.

Sembari menunggu Uda Nofrins dang Bang Firza yang masih dalam perjalanan, kami sedikit menjelajah masuk ke area perkebunan. Bukan lagi jalan aspal, namun berganti menjadi jalan tanah berkerikil. Sekarang di kedua sisi kami adalah kebun teh. hamparannya luas dan sedikit bergelombang. Hamparan satu dengan lainnya dipisahkan oleh pohon-pohon yang berjejer. Hamparan kebun teh berakhir jauh di kaki perbukitan taman nasional kerinci seblat, tempat di mana hewan-hewan liar masih berkeliaran, seperti harimau sumatera contohnya. Kami kembali ke pinggir jalan besar tatkala Uda Nofrins memberi tahu bahwa beliau sudah sampai di kebun teh liki. Kedai makanan di pinggir jalan menjadi tempat kami berkumpul pagi itu. Dalam udara pagi yang dingin dengan sedikit paparan hangat sinar mentari, kami bercerita banyak hal tentang pariwisata Solsel yang saat ini sedang mulai dipromosikan lebih serius.

Awan putih semakin menggumpal tebal dan perlahan menutupi seluruh bagian gunung kerinci. Seiring berdetaknya waktu, hilang pula pemandangan gunung kerinci yang memukau sekitar jam 9 wib. Kami pun berpisah dengan Uda Nofrins dan Bang Firza, dan melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata berikutnya di Solok Selatan, Goa Batu Kapal. Waktu paling tepat datang ke sini adalah saat pagi hari, karena gunung kerinci hanya menyukai pagi. Dia akan tersenyum ramah di sela-sela suasana pagi yang dingin, lalu menghilang ditelan awan saat sinar mentari sepenuhnya menyinari bumi.

Source http://www.barrabaa.com http://www.barrabaa.com/2017/09/kebun-teh-liki.html
Comments
Loading...