Keindahan Alam Danau Asmara, di Kota Flores Timur

0 16

Danau Asmara

Danau Asmara merupakan salah satu wisata alam yang berada di Kota Flores danau ini masih sangat alami. Wilayah ini tampaknya memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, tetapi sayang sepertinya belum banyak diteliti. Sebuah cerita turun-temurun dipercayai warga setempat sebagai asal mula Danau Waibelen. Seorang ibu meminta puntung api atau api nutok kepada tetangganya untuk menanak nasi. Karena hujan lebat, puntung api diantarkan dengan cara diikatkan pada ekor anjing.
 

Melihat kelucuan anjing yang ekornya bergerak ke kanan kiri dengan puntung api yang melekat, warga tertawa terbahak-bahak hingga muncul kilat dan petir menggelegar. Tak lama terdengar suara gemuruh dari gunung di dekat desa itu. Tidak tampak ada pemanfaatan yang berarti pada danau, kecuali sepetak dua petak kecil di tepi danau yang ditanami aneka jenis sayur.

Di lingkar seputar danau dihiasi kebun yang ditanami pohon pisang, nanas, cokelat, serta pohon lain nonbudidaya. Beragam jenis burung yang hinggap di permukaan air atau terbang hilir mudik menemani saat menikmati keaslian suasana danau. Semilir angin yang membuai meredakan lelah setelah menuruni jalan setapak menuju danau.

Akses Menuju Danau Asmara

Untuk menuju danau, dari tepi jalan raya kita masih perlu menuruni jalan setapak hingga lebih kurang 500 meter dengan jalan berbatu yang cukup curam sebelum menembus hutan kecil di tepi danau. Jika tidak ingin susah payah melihat danau dari dekat, ada titik-titik di tepi jalan yang bisa digunakan untuk memandang danau secara keseluruhan dari ketinggian. Lokasi danau ini sebenarnya hanya 45 kilometer di utara Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur. Namun, akses yang rusak membuat perjalanan yang semestinya bisa ditempuh dalam waktu 45-60 menit membengkak menjadi lebih dari dua jam.
Perjalanan menuju danau menawarkan pemandangan melihat kehidupan warga Flores Timur lebih dekat. Kebun kacang mete, rumah-rumah warga berdinding bambu dengan atap rumbia, ladang yang kering, hingga sekolah dasar berdinding bambu yang kelas-kelasnya mulai rusak, seperti SD Filial Beda Lima Lamaojan di Desa Bahinga, Kecamatan Tanjung Bunga. Di SD ini, satu ruang terpaksa dipakai untuk dua kelas. Para siswa duduk saling membelakangi menghadap guru masing-masing.
Maksimus sebelum bertugas di Lewolema mengajar di SMP Negeri Satu Atap Riangpuho, Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, tidak jauh dari Danau Asmara. Uniknya, meski di banyak tempat menyuguhkan pemandangan kekeringan, di beberapa area lain yang dilewati memperlihatkan petak-petak sawah tanaman padi yang menghijau. Membahagiakan menyaksikannya, di saat sebagian besar sawah dan ladang yang kebanyakan tadah hujan tidak bisa ditanami selama musim kemarau, masih ada areal yang bisa digunakan bercocok tanam sepanjang musim.
Source http://kabar-positif.blogspot.com http://kabar-positif.blogspot.com/2017/02/inilah-pesona-danau-asmara-di-flores.html
Comments
Loading...