Kampung Pasir Madura

0 29

Kampung Pasir Madura

Kampung Pasir di Sumenep Madura terkenal dengan beberapa kebiasaan unik yang dimilikinya, kebiasaan tersebut bahkan dinyatakan sebagai adat istiadat yang sudah dilakukan secara turun temurun dari zaman dulu hingga saat ini. Tepatnya di Desa Legung Timur Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, masyarakatnya terbiasa tidur di atas kasur pasir. Kebiasaan unik ini juga bisa Anda temukan di dua desa lainnya yaitu Desa Legung Barat dan Desa Dapenda.

Menikmati tidur yang enak, biasanya orang menempati suatu ruang dengan susana sejuk serta berbantal dan berkasur yang empuk. Namun demikian tidak ada jamianan bahwan mereka menikmati rasa tidurnya. Bagi masyarakat pesisir Desa Legung Timur, Legung Barat dan Dapenda, kenikmatan tidur justru mereka rasakan ketika  terlentang di hamparan pasir. Tidur di atas pasir, hal itu sudah menjadi tradisi turun temurun bagi warga sekitar dan merupakan kewajiban setiap rumah memiliki kasur pasir dalam rumahnya.

Bahkan tidak hanya di dalam rumah saja masyarakat setempat menaruh pasirnya, di halaman rumah dan tempat-tempat tertentu juga ada pasir yang digunakan untuk bersantai bersama keluarga dan tetangga. Tradisi ini sudah berlangsung selama ratusan tahun secara turun-temurun. Bahkan kebanyakan anak di Desa Legung dilahirkan di atas pasir juga. Jadi, dari kecil mereka memang sudah akrab dengan kasur berpasir. Mereka lahir, bermain, bertumbuh, berkembang, dan menjadi dewasa di atas pasir sehingga tak jarang ada yang menyebutnya Manusia Pasir.

Sekalipun di kamar ada tempat tidur, seperti pada umumnya, mereka nyaris tidak pernah menggunakannya. Meskipun begitu para warga tetap memilih tidur di atas kasur dari pasir tersebut. Warga tiga desa yang mayoritas sebagai nelayan, sebagian lainnya pedagang dan bertani, menganggap pasir memberi manfaat besar berupa kesehatan bagi tubuh dan tidur di atas pasir bisa lebih nyenyak dibandingkan dengan kasur.

Pasir yang diambil dari sekitar Pantai Lombang itu tidak lengket di kulit atau tubuh meski kulit dalam keadaan basah. Butiran pasir tersebut memiliki kristal pasir yang sangat halus, bersih mengkilap, dan memiliki warna putih gading. Sebelum digunakan pasir akan diayak untuk memastikan tidak ada batu atau benda berbahaya lain di dalamnya. Pasir lalu dijemur agar tak basah atau lembab.

Maka tak heran tidur di pasir di 3 kampung tersebut, bukan hal yang aneh bila setiap mata Anda memandang ada orang-orang sedang duduk-duduk atau tiduran diatas pasir. Atau ketika malam hari sanak keluarga dan tetangga, anak-anak maupun para orang tua, berkumpul di halaman rumah mereka, bersenda atau bercengkrama menikmati suasana malam, apalagi saat terbitnya bulan purnama.

Source https://ksmtour.com https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/jawa-timur/kampung-pasir-madura-yang-mempunyai-kebiasaan-super-unik.html
Comments
Loading...