Kampung Merabu di Pulau Kalimantan Timur

0 13

Kampung Merabu

Udara dingin menyelimuti jalanan kampung yang sunyi. Abai dengan gerimis yang turun sejak dini hari, beberapa orang terlihat bergegas membawa peralatan pancing. Di pojok lapangan desa, rombongan itu bertemu Marjayanti, guru yang juga pengurus Kerima Puri, Kelompok Swadaya Masyarakat di Kampung Merabu yang mengelola ekowisata Kampung Merabu.

   

Kampung Merabu sudah lama dikenal akan madu hutannya, sebelum ekowisata. “Nenek moyang kami (Dayak Lebo) mengajarkan pengolahan pasca-panen yang tidak bersentuhan langsung dengan tangan. Sarang lebah diiris pisau panjang dan madu ditiriskan bukan diperas sehingga awet hingga bertahun,” tutur Mar.

Namun, madu tidak tersedia setiap waktu, panen raya hanya setahun sekali saat pepohonan di hutan berbunga. Dari panen itu, jumlahnya yang mencapai 3.000 liter langsung diserbu pembeli. “Sekarang ini kosong

Meski tidak musim madu, Merabu tak lantas sepi pengunjung. Kampung berslogan ASYIK (Aman, Sehat, Indah, dan Kreatif) ini dikenal sebagai wilayah ekowisata yang merupakan percontohan Kampung Iklim. Pemerintahan kampung, organisasi/kelompok sosial dan warga, semuanya berkomitmen untuk menjaga hutan dan memanfaatkannya secara lestari.

 

Potensi

Danau Nyadeng adalah danau andalan Kampung Merabu. Luasnya sekitar seperempat hektar yang mengalirkan air jernih dari perbukitan karst di salah satu sisinya. Kedalamannya yang lebih 50 meter membuat permukaan airnya tampak hijau toska.

“Perjalanan sekitar 20 menit dengan perahu kemudian 20 menit jalan kaki,” terang Dedi, pemuda kampung yang tengah menempuh pendidikan di salah satu sekolah tinggi di Tanjung Redep, Ibu Kota Kabupaten Berau.

Terkait Danau Nyadeng, selain tetap dijaga untuk lokasi wisata, perangkat Pemerintah Kampung Merabu dan Kerima Puri juga akan mengembangkannya sebagai produk air minum dalam kemasan.

Source https://www.goodnewsfromindonesia.id https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/12/24/kampung-asik-merabu
Comments
Loading...