Kampung Kapitan, Komplek Bangunan Unik Peninggalan Tionghoa

0 50

Kampung Kapitan

Akulturasi budaya di Palembang sudah terjadi sejak ratusan tahun silam. Salah satunya terlihat di Kampung Kapitan yang memiliki nilai historis dan penanda keberadaan komunitas Tionghoa. Tempat ini menjadi lambang keanekaragaman dan keharmonisan antar umat beragama serta warga dari berbagai adat istiadat dan etnis.

Memasuki area seluas 20 hektar ini, Anda seolah dibawa ke masa-masa awal kehidupan Palembang di abad 16 hingga 18. Banyak bangunan kuno yang masih bertahan keasliannya di tengah arus modernisasi saat ini. Bangunan berarsitektur unik tersebut bahkan ada yang berumur sekitar 2 abad. Salah satu keunikan rumah di Kampung Kapitan adalah desainnya yang merupakan percampuran dari gaya arsitektur Belanda, Palembang dan Cina.

  

Dahulu kampung Kapitan disebut China townkarena menjadi pusat perdagangan ibukota Sumatera Selatan. “Kapitan” sendiri berasal dari panggilan seorang kapitan Cina di Palembang bernama Tjoa Ham Hin. Ia adalah kapitan Cina terakhir di kota bekas kerajaan Sriwijaya. Jika dilihat dari silsilah leluhur Tjoa Ham Hin, dapat disimpulkan bahwa kampung ini telah ada sebelum tahun 1850 masehi. Sedangkan dia adalah generasi ke sepuluh dari leluhur pertamanya.

Anda bisa berkeliling dan melihat kampung Kapitan yang terdiri dari 15 kelompok bangunan berupa rumah panggung. Yang paling menarik adalah 3 bangunan kuno milik Sang Kapitan yang menghadap ke sungai Musi. Bagian atapnya bergaya Palembang dengan bentuk limas. Sedangkan nuansa Tionghoa terlihat dengan adanya courtyard atau ruang terbuka di bagian tengahnya. Di bagian dalam ada meja altar untuk beribadah.

Kampung Kapitan terletak di Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, tepatnya di tepi hulu sungai Musi. Dari bawah jembatan Ampera, Anda bisa naik angkutan umum jurusan Ampera-Kertapati dan berhenti di Simpang Pasar Klinik. Kemudian lanjutkan perjalanan Anda hingga Simpang 3 hingga menemukan papan bertuliskan Kampung Kapitan di sebelah kiri.

Kampung Kapitan bisa dikunjungi wisatawan setiap hari. Tidak ada tarif masuk ke komplek ini. Anda bisa berfoto-foto ria di depan bangunan unik dan kuno sambil menikmati suasana tempo dulu. Untuk menambah kenyamanan pengunjung, saat ini di tengah-tengah kompleks kampung Kapitan dibangun taman dengan tempat duduk. Sehingga wisatawan bisa menikmati suasana dengan santai di perkampungan kuno dan unik tersebut.

Source http://panduanwisata.id/ http://panduanwisata.id/2013/03/15/kampung-kapitan-komplek-bangunan-unik-peninggalan-tionghoa/
Comments
Loading...