Kampung Bongu, di Pulau Sumba

0 15

Kampung Bongu

Kampung Bongu merupakan salah satu perkampungan yang berada di Pulau Sumba. Menurut sejarah lisan masyarakat setempat, kampung Bongu dibangun oleh rato “Hepa Kura” sekitar 600 tahun silam. Rato ini memiliki ternak yang banyak seperti kuda, kerbau, sapi dan ternak – ternak lainnya, sehingga menjadi terkenal karena dalam budaya orang Sumba, mereka yang memiliki ternak yang banyak dianggap sebagai orang kaya raya dan terpandang. Rato tersebut memiliki keinginan yang tidak biasa, yakni ingin hidup kekal di dunia, dan pergi mencarinya sampai ke pulau Sabu. Namun ia disadarkan oleh seorang Sabu bernama Bongu, bahwa tidak ada hidup yang kekal di dunia Karena akan dipanggil oleh Maworo Mawali atau sang khalik.

 

Akhirnya mereka bersama – sama kembali ke Sumba di rumah “Kabisu Bagoho” (di daerah Kodi) dan membuat pagar batu mengelilingi rumah dan mencari sumber mata air disekitarnya yang kemudian disebut mata air “MATA WAI BONGNGU” dan “MATA WAI BADUKI” yang masih ada sampai sekarang dan kampung tersebut dinamakan kampung Bongu. Keturunan dari rato Hepa Kura yang tinggal di kampung Bongu saat ini merupakan keturunan yang ke – 9. Kampung ini memiliki 12 rumah adat (Umma kalada) dan 143 kubur batu megalit. Masyarakatnya masih menjalankan tradisi marapu yang sangat kental dengan adat istiadat masyarakat sumba pada umumnya.

Akomodasi di Kampung Bongu

Belum tersedia akomodasi dan restoran yang dekat dengan situs ini. Wisatawan harus menginap di kota Tambolaka yang berjarak 42 km ke lokasi situs, dan diharapkan membawa bekal makanan saat berkunjung ke situs ini.

Transportasi ke Kampung Bongu

Jarak dari kota Tambolaka ke lokasi situs 42 km dan dapat ditempuh dalam waktu 60 menit. Kondisi jalan beraspal dan terpelihara dengan baik. Untuk mencapai kampung ini, dari kota Tambolaka anda dapat menyewa jasa travel atau menggunakan angkutan umum mini bus dan ojek jurusan Bondo Kodi yang beroperasi setiap hari.

Source http://kartikacandra.com http://kartikacandra.com/wisata-tambolaka/
Comments
Loading...