Warning: unlink(/tmp/85cfc6e4a03bcd16c625ba7d56e4ea2e-pMRWyw.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Kampung Bajo di Buton, Seperti Terapung di Atas Lautan

0 34

Kampung Bajo Buton

Suku Bajo terkenal sebagai pengembara lautan yang sangat handal. Mereka sering hidup berpindah-pindah di laut, membuat perkampungan sendiri yang agak terpisah dari pemukiman di daratan. Pemukiman Suku Bajo terbesar memang ada di Wakatobi, tapi di sebagian kecil dari mereka ada juga yang tinggal di Buton. Tempat tinggal Suku Bajo adalah di Desa Kondowa atau dikenal juga dengan Bajo Bahari, Kecamatan Wabula. Kampung ini tampak seperti terapung di atas lautan. Suku Bajo memang begitu cinta dengan lautan dan membangun rumah sendiri di atas karang.

Pemukiman Suku Bajo yang satu ini terlihat bersih dan tertata. Selain rumah, ada masjid dan sekolah untuk para warga di sini. Suasananya cukup sejuk di pagi hari, bau amis pun tidak menguar seperti beberapa perkampungan nelayan lain yang kotor.

Air lautnya begitu jernih dan terlihat banyak ikan-ikan kecil berenang dengan bebasnya. Ada sebuah jalan setapak yang menghubungkan kampung Bajo dengan perkampungan di daratan. Memang transportasi di desa kebanyakan memakai perahu, tapi sesekali terlihat juga penduduk yang melintas untuk pulang ke rumah naik motor.

Suasana di kampung Bajo ini sungguh damai. Anak-anak kecil ada yang bermain kelereng di jalan setapak, ada pula yang berlarian kesana-kemari. Sedangkan orang dewasanya, tak sedikit yang terlihat sedang mendayung perahu.

Kebanyakan warga di kampung Bajo memang berprofesi sebagai nelayan. Biasanya mereka pergi mencari ikan sejak pagi hingga sore hari. Hasil laut yang didapat pun beragam, seperti aneka ikan, gurita dan teripang.

Di salah satu rumah Suku Bajo, terlihat seorang wanita menggunakan lulur wajah berwarna putih. Sayangnya saat diajak berbincang, wanita itu sepertinya malu-malu dan tidak memberi informasi mengenai lulur yang dipakai.

Setelah tanya sana-sini, ternyata lulur itu adalah bedak dingin yang dibuat dari beras tumbuk. Lulur dipakai untuk melindungi wajah dari terik matahari dan menjaga kecantikan kulit. Para wanita biasanya memakai lulur ketika sedang berada di rumah.

Bertemu langsung dengan Suku Bajo ini menjadi pengalaman menyenangkan saat liburan di Buton. Traveler bisa menikmati indahnya laut dan mengamati aktivitas sehari-hari dari para pelaut handal. Kalau ingin foto-foto juga boleh, asal tidak mengganggu aktivitas warga dan berhati-hati agar kamera tidak jatuh ke laut.

Source https://travel.detik.com https://travel.detik.com/domestic-destination/d-3007858/kampung-bajo-di-buton-seperti-terapung-di-atas-lautan
Comments
Loading...