Kalilo Spot Kampung Warna-Warni di Kota Banyuwangi

0 229

Kampung Warna-Warni Kalilo

Kampung warna-warni Kalilo merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di pusat kota Banyuwangi di dekat Masjid Agung Baiturrahman atau lebih tepatnya secara administrasi terletak di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Pemukiman bantaran sungai yang dulu terlihat kumuh ketika saya lalu lalang disana, kini terlihat berseri danpenuh warna, bahkan dibangun landmark bertuliskan Kalilo Banyuwangi. Rute menuju ke Kampung Warna-Warni Kalilo cukup mudah, kita tinggal menuju arah Taman Sri Tanjung atau Masjid Baiturahman.

Pada perempatan lampu lalu lintas Masjid Baiturahman ambil arah kiri atau ke arah barat nanti kampung warna-warni ada di sebelah kiri anda. Sebelum turun dari kendaraan pastikan parkir kendaraan yang rapi sehingga tidak menggangu pengguna jalan karena di jalan tersebut kondisi kadang ramai dan tidak terlalu besar.

Penamaan Kalilo berasal dari kata “Sungai” dengan persamaan katanya yaitu Kali dan “Elo” adalah pohon Elo. Pohon yang dulunya banyak ada di tepian sungai Kalilo ini. Pohon Elo merupakan pohon jenis Beringin yang diceritakan dalam cerita legenda Jaka Tingkir di Sungai Bengawan Solo. Pohon ini juga dipercaya memiliki nilai mistis, katanya bagi siapa saja yang keinginannya bisa terkabul.

Dibalik nilai mistisnya juga ada khasiat untuk pengobatan diare dengan meracik daun dan buahnya. Penamaa Sungai Kalilo ini ternyata sudah berlangsung sejak jaman penjajahan Belanda yang dibuktikan dengan adanya peta kota Banyuwangi 1915 bertuliskan K.Loh dengan huruf K yang merupakan singkatan dari kata “Kali.

Belakangan ini saya berkunjung ke Kampung Warna-Warni Kalilo, terdapat tulisan baru “LohKanti”. Rasa penasaran langsung membuat saya beranalisa mengenai arti nama karena saya beranggapan selalu ada arti dibalik penamaan. “Loh” saya beranggapan ini adalah pohon Elo dan “Kanti” mungkin adalah nama dari seorang wanita. Tafsiran artinya saya rasa dulu ada pohon Elo ditepian sungai ini yang letaknya di tanah seorang wanita bernama Kanti :D.

Penafsiran penamaan Lohkanti ini langsung diluruskan oleh Mba Iraa. Lohkanti itu ada ceritanya, dulu ada wanita Bali bernama Ni Luh tinggal disekitar sana menunggu suaminya yang merupakan Kesatria dari Bali, pulang perang melawan penjajahan Belanda. Dulunya Kalilo ini dijadikan sebagai jalan transportasi dari perairan selat Bali masuk ke Blambangan (nama Banyuwangi dahulu) karena alirannya bisa digunakan kapal, beda dengan saat ini alirannya menjadi dangkal.

Source http://www.catatannobi.com http://www.catatannobi.com/2017/08/kalilo-banyuwangi-dan-kisah-lohkanti.html
Comments
Loading...