Jembatan Plunyon, Tempat Spot Foto Keren di Kalikuning

0 24

Jembatan Plunyon

Jembatan Plunyon Kalikuning merupakan salah satu kawasan di lereng Gunung Merapi yang masih bertahan setelah bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Bangunan Jembatan Plunyon masih berdiri meskipun diterjang awan panas yang keluar dari mulut Gunung Merapi. Namun hal ini tidak berlaku pada alam disekitar jembatan yang hancur porak poranda di terjang awan panas tidak terkecuali kawasan wisata Kalikuning yang ada disekitarnya. Jembatan Plunyon terletak di lereng selatan Gunung Merapi, masuk di wilayah Dusun Plunyon, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Lokasi Jembatan Plunyon Kalikuning berada di dekat Wisata Lava Merapi Kinahrejo atau yang dikenal sebagai kawasan bekas rumah almarhum Mbah Maridjan. Rute dari pusat kota Yogyakarta melewati Jalan Kaliurang hingga simpang lampu merah kecamatan Pakem. Selanjutnya ambil jalan ke arah Cangkringan kemudian belok mengikuti petunjuk arah menuju ke Kinahreho atau Wisata Lava Merapi.

Sekitar 50-100 meter dari Pos Retribusi Wisata Lava Merapi terdapat pertigaan kecil dan pilih jalan ke arah kiri. Ikuti jalan sempit tersebut yang sebagian sudah diaspal dan sebagian berupa jalan tanah hingga ujung. Akhirnya pengunjung tiba di kawasan Jembatan Plunyon Kalikuning. Akses menuju Jembatan Plunyon ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua (sepeda/motor) dan roda empat (mobil).

Pengunjung Jembatan Plunyon disambut dengan bangunan pos jaga atau pos retribusi masuk Wisata Alam Kalikuning. Kondisi pos penarikan retribusi tersebut saat ini telah rusak terkena erupsi dan tidak (belum) diperbaiki. Penarikan retribusi masuk saat ini digabung menjadi satu pada pos retribusi masuk Wisata Lava Merapi Kinahrejo yang sebelumnya telah dilewati. Selain itu kawasan Wisata Alam Kalikuning sudah hancur dan sudah tidak dikenali sebagai kawasan wisata lagi. Kendaraan pengunjung Jembatan Plunyon diparkir di tepi jalan yang cukup sempit. Area parkir yang ada hanya dapat menampung beberapa mobil dan sekitar dua puluhan kendaraan roda dua. Adanya petugas parkir di tempat ini cukup membantu menata parkir kendaraan agar terlihat rapi dan tidak mengganggu lalu lintas pengguna jalan.

Kondisi alam sekitar Jembatan Plunyon Kalikuning mulai menghijau setelah sebelumnya hancur diterjang awan panas erupsi Gunung Merapi dan banjir lahar dingin. Pohon-pohon yang tumbang mulai tergantikan dengan pohon-pohon baru yang ditanam oleh berbagai organisasi dan komunitas yang peduli dengan lingkungan. Tanaman rumput mulai tumbuh dengan lebat memenuhi kawasan yang dahulu terlihat gersang dan tandus. Walaupun kondisi sekitar jembatan belum seperti semula, saat ini kondisinya sudah lebih baik dibandingkan dua tahun yang lalu.

Bangunan Jembatan Plunyon Kalikuning yang terkena hembusan awan panas erupsi Gunung Merapi kondisinya masih berdiri kokoh. Awalnya pemerintah daerah sempat mengeluarkan larangan melintasi jembatan tersebut karena berbahaya dan rawan runtuh. Namun setelah dilakukan penelitian, jembatan tersebut masih kokoh, kuat, dan cukup aman untuk dilewati. Hanya saja pagar pengaman yang terpasang pada kedua sisi jembatan sudah tidak aman dan berbahaya karena dapat patah sewaktu-waktu. Jembatan Plunyon dapat dilewati dengan menggunakan kendaraan beroda dua saja karena lebar jembatan hanya sekitar 2 (dua) meter.

Daerah Aliran sungai berubah menjadi lebih lebar dan arusnya cukup deras pada musim penghujan. Kondisi bendungan atau dam yang berada di sebelah bawah jembatan masih terlihat utuh namun mengalami pendangkalan oleh material pasir.  Pengunjung yang mendatangi kawasan Jembatan Plunyon Kalikuning memiliki tujuan untuk berburu foto atau sekedar penasaran melihat kondisi Jembatan Plunyon setelah erupsi Gunung Merapi di tahun 2010. Orang-orang sering memanfaatkan tempat ini untuk foto selfie, foto model, foto grup, bahkan foto prewedding karena tempatnya menarik dijadikan latar foto dan tidak dikenakan biaya alias gratis.

Source https://teamtouring.net https://teamtouring.net/jembatan-plunyon-kalikuning-sleman.html
Comments
Loading...