Jembatan Maselihe, Objek Wisata Sejarah di Pulau Sangihe

0 65

Jembatan Maselihe

Jembatan Maselihe adalah jembatan tertinggi di Kepulauan Sangihe propinsi Sulwesi Utara Indonesia. Dari atas jembatan ini dapat dilihat aliran sungai terasa sangat jauh karena tingginya jembatan ini. Konon jembatan ini menyimpan misteri kerajaan Maselihe yang hilang ditelan laut akibat skandal sang Raja yang bernama  Raja Sjam Sjah Alam (Samansialang) memerintah tahun 1685 – 1711.
Dengan kursi kerajaan dan Mahkota emas yang dijaga ikan Hiu di Patahan Maselihe .Walaupun telah berakhir Kerajaan ini membentuk suku baru yang dilarang mendiami tanah Sangihe. Suku tersebut bernama suku bantik yang menyebar keberbagai daerah seperti Talaud, Toli, toli, Bolaang Mangondow dan telah menjadi suku asli Manado.
Sampai saat ini tidak ada suku bantik di Sangihe adalah bukti kebenaran sejarah ini. Beberapa bukti lain bahwa Bantik adalah anak suku Sangihe adalah Bahasa dan Budaya, misalnya tarian peperangan bernama tarian  Upase di Sangihe yang juga merupakan tari yang sama yakni Upasa di masyarakat Bantik. Bahasa Bantik sangat mirip dengan bahasa Sangihe.
Bantik adalah anak suku Sangihe terbukti  dari jejak Bahasa yang  merupakan dialeg bahasa Sangihe keberadaan suku Bantik saat ini lebih cenderung mengidentifikasi dirinya sebagai orang Minahasa. Sehinga Tau Bantik saat ini telah menjadi sub-suku Minahasa.

Selain menyimpan misteri kerajaan yang tenggelam dan cerita suku bantik, Pesona Maselihe sangat menarik para petualang yang suka menyelam di kota yang hilang (Lost City) mayoritas wisatawan mancanegara yang suka diving datang ke Sangihe adalah untuk mengunjungi tempat ini.

Source http://wisatasyarta.blogspot.com http://wisatasyarta.blogspot.com/2015/02/jembatan-maselihe.html
Comments
Loading...