Jelajah Tanjung Datu, Menyusuri Garis Batas Negeri

0 24

Desa Temajuk, yaitu Mercusuar perbatasan dan situs Batu Bajulang ini berkaitan dengan pelaksanaan program kerja studi konflik perbatasan dan pendataan biodiversitas setempat. Tanjung Datu yang masih menjadi zona abu-abu. Belum sempat pembangunannya terselesaikan, militer Indonesia mengirim pasukan melalui laut dan udara melancarkan protes sehingga aktivitas pembangunan mercusuardihentikan sejak 20 Mei 2014.

  

Terletak di ujung barat laut Pulau Kalimantan dengan morfologi yang menjorok tegas ke laut, Tanjung Datu membuat Desa Temajuk secara keseluruhan sering disebut sebagai ekor Borneo. Dari Desa Temajuk ke Tanjung Datu biasanya ditempuh menggunakan perahu motor ke arah utara sejauh 3 km. Terdapat jalur darat yang bisa ditempuh, namun memakan waktu yang sangat lama karena jalurnya memutar dan melalui medan yang berat dengan jalur naik turun bukit menerobos hutan sepanjang 10 Km.

Tanjung Datu adalah sebutan untuk daerah semenanjung yang terletak di sebelah utara dari Desa Temajuk. Daratan yang menjorok ke laut ini berupa perbukitan yang memanjang dengan arah relatif utara-selatan dengan bagian tengahnya merupakan jalur patok-patok penanda garis batas antara Indonesia dengan Malaysia. Bentang alam hutan hujan tropis menutupi lahannya yang tersusun oleh batuan granit berumur Kapur. Hutan yang kerindangannya menghalangi cahaya matahari ini hanya dijamah di waktu-waktu tertentu oleh pemburu untuk mencari rusa atau burung murai, atau oleh tentara patroli untuk mengecek koordinat posisi patok perbatasan.

 Mercusuar Darat

Hutan Tanjung Datu

Batu Bajulang

 

 

 

 

Source https://www.goodnewsfromindonesia.id https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/08/01/jelajah-tanjung-datu-menyusuri-garis-batas-negeri
Comments
Loading...