Istana Mini Banda, Destinasi Wisata Sejara di Maluku

0 29

Istana Mini Banda

Beberapa tahun belakangan, nama Banda Neira kerap dielu-elukan sebagai salah satu destinasi wisata yang sangat populer di kalangan wisatawan. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan Banda, Maluku itu memang memiliki panorama alam yang indah dan beberapa bangunan tua yang sarat akan nilai sejarah.

Salah satu bangunan kuno yang terkenal di sana adalah Istana Mini. Disebut begitu karena bangunannya sangat mirip dengan Istana Negara yang ada di Jakarta, namun dalam versi yang lebih mungil. Istana Mini bisa kamu temukan di Desa Dwiwarna, Pulau Banda Neira, Maluku Tengah.

Bangunan Replika

Bangunan bercat putih ini dibangun pada tahun 1622 dan berfungsi sebagai kantor administrasi pemerintahan Belanda serta kediaman resmi gubernur dan residen yang memerintah di Banda. Bangunan ini juga pernah menjadi tempat tinggal Jan Pieter Coen ketika menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC, lho.

Namun, bangunan istana yang kini kita jumpai itu bukan bangunan asli, melainkan replika yang dibuat oleh pemerintah. Berdasarkan catatan sejarah, bangunan ini sebelumnya berada di dalam Benteng Nassau, tetapi kemudian dibangun ulang di luar benteng karena sudah tidak aman dihuni akibat gempa.

Lubang Bekas Meriam

Bangunan Istana Mini bergaya arsitektur khas Eropa dan terbagi menjadi dua bagian utama, yakni rumah gubernur dan kantor gubernur kolonial Belanda. Di sisi barat, ada bangunan societeit harmonie yang dulunya berfungsi sebagai pusat hiburan dan tempat bersantai bagi para pejabat. Sedangkan di sisi timur, ada rumah deputy governoor VOC dan rumah para pemilik kebun pala.

Begitu masuk ke dalam Istana Mini, tak banyak yang bisa kita lihat selain ruangan besar yang kosong. Lantainya berwarna cokelat mengkilap sedangkan dinding-dindingnya berhias pilar-pilar. Di salah satu dindingnya, terlihat sebuah lubang yang ditutupi kaca. Ternyata itu adalah lubang bekas tembakan meriam yang menyerang istana saat terjadinya peperangan untuk memperebutkan Banda.

Pesan Terakhir di Jendela

Selain itu, ada sebuah jendela unik yang terdapat di bagunan istana. Jendela itu sebetulnya jendela biasa, namun jendela tersebut menjadi unik dan bernilai sejarah karena terdapat goresan tulisan Charles Rumpley di tahun 1831, seorang warga negara Perancis yang diketahui bunuh diri di sana.

Ia menulis kesedihannya dalam Bahasa Perancis yang kurang lebih membicarakan perasaannya yang dilanda rindu akan tanah air dan keluarganya. Tak lama setelah mengukir pesan tersebut di kaca jendela, Rumpley bunuh diri di lampu gantung besar yang ada di istana. Saat ini, jendela berukir sajak sarat kesedihan itu telah dilapisi kaca untuk melindungi tulisan yang ada di sana.

Source https://pesona.travel https://pesona.travel/keajaiban/1186/kenangan-sejarah-dan-kesedihan-di-istana-mini-banda
Comments
Loading...