Hutan Mangrove Taman Nasional Sembilang Musi Banyuasin Sumatera Selatan

0 16

Hutan Mangrove Taman Nasional Sembilang

Kawasan Taman Nasional Sembilang terletak di pesisir timur Provinsi Sumatera Selatan, yang secara geografis berada pada 1040 14’ BT – 1040 54’ BT dan 10 53’ LS – 20 27’ LS . Secara administratif pemerintahan sebagian besar kawasan ini masuk wilayah Kecamatan Banyuasin II – Kabupaten Banyuasin, dan sebagian kecilnya masuk wilayah Kecamatan Lalan – Kab. Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

    

Taman Nasional Sembilang memiliki luas 202.896,31 hektar, kurang lebih 87.000 hektar di antaranya merupakan kawasan hutan mangrove. Kawasan mangrove yang kini telah meluas ke arah darat hingga + 35 kilometer ini merupakan kawasan manrove terluas di Indonesia bagian Barat.

Staf pengawetan taman Nasional Sembilang Riza Kadarisman bersama Tim Survei Sripo-Tribun Sumsel dan Kompas TV mengamati sejumlah jenis tanaman mangrove di kawasan sungai Barong kecil kantor seksi pengelolaan taman Nasional mangrove trail Sembilang Banyuasin II, Senin .Tim melingtasi jembatan sepanjang 1.100 M yang membelah kawasan hutan mangrrove.

Hutan mangrove yang lebat, sungai-sungai yang berliku-liku dan dataran lumpur yang luas tempat persinggahan dan mencari makan bagi burung-burung migran maupun burung penetap. Kunjungan ke hutan mangrove dan pengamatan satwa dapat dilakukan dengan menyusuri sungai-sunga di TN Sembilang.

Jenis Mangrove

Terdapat 20 jenis tanaman mangrove, mulai dari bakau, pedada, caselaris, aegiceras floridum, ceriops decandra, dan tagal. Selain itu ada puspa nasional, kandelia candel (pisang-pisang). Tumbuhan langka dan penyebarannya terbatas hanya di Sumsel dan Kaltim.

Hutan mangrove di sepanjang Sungai Sembilang, Terusan Dalam, dan hampir semua sungai yang bermuara di Terusan Sekanak/Teluk Benawang mempunyai tipe vegetasi yang didominasi oleh Rhizophora mucronata. Semakin arah daratan atau ke arah hulu Rhizophora mucronata akan berasosiasi dengan Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza dan Ceriops tagal. Vegetasi Nipah (Nypa fruticans) dapat dijumpai di hulu-hulu sungai.

Sedangkan pada pantai berlumpur vegetasi mangrove didominasi oleh genus Avicennia (Api-api). Jenis ini menyebar dari belakang pantai berlumpur sampai ke daerah yang digenangi oleh air laut pada saat pasang, dan berasosiasi dengan spesies lain seperti Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata atau Bruguiera gymnorrhiza. Pada tingkat tumbuhan bawah daerah yang digenangi air pasang dibelakang pantai berlumpur, umumnya merupakan spesies Acanthus illicifolius. Tipe habitat dan vegetasi ini dijumpai di Semenanjung Banyuasin.

Rawa Belakang (Backswamps)

Rawa belakang umum terdapat di belakang habitat hutan mangrove atau daerah hulu sungai dengan jenis yang dominan adalah spesies Xylocarpus granatum dan Nypa fruticans. Pada tempat yang relatif kering, ditemukan juga jenis Cerbera manghas dan Exoecaria agalocha.

Di rawa-rawa air tawar, ditemukan spesies indikator untuk habitat tersebut yaitu Oncosperma tigillarium (Nibung) dan Alstonia sp. (Pulai). Pada tingkat tumbuhan bawah spesies yang dominan adalah Nephrolepis sp. dan Pluchea indica suatu spesies yang termasuk mangrove ikutan yang cenderung berada di lokasi yang tawar. Rawa air tawar ini terdapat di Hulu Sungai Deringgo Besar dan yang lebih luas berada di Sungai Benu, yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Berbak. Rawa air tawar dan rawa bergambut di kawasan Sembilang ini sebagian besar terletak di luar kawasan Taman Nasional Sembilang.

Semak/Belukar

Selain berupa hutan, kawasan Sembilang juga mempunyai habitat yang bervegetasi semak/belukar, dengan vegetasi dominan Acrostichum sp. Tipe habitat ini terdapat di hulu anak Sungai Sembilang (Simpang Satu) dan Pulau Alanggantang sebelah utara. Melimpahnya Acrostichum erat kaitannya dengan anthropogenic disturbance (gangguan akibat kegiatan manusia). Termasuk diantaranya kegiatan pembukaan lahan (termasuk kebakaran hutan) yang akan memberikan peluang kepada jenis Acrostichum sp. untuk berkembang secara ekstensif.

Fauna

Sedikitnya 112 spesies burung ditemukan di daerah mangrove Sembilang, yang mana 44 spesies menggunakan mangrove sebagai habitat utama mereka, sementara 22 spesies yang terikat dengan kawasan ini.

Ijin masuk

Bagi mereka yang berasal dari luar negeri harus mendapatkan izin dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementrian Kehutanan di Jakarta. Sedangkan untuk yang dari dalam negeri harus mendapatkan surat izin masuk konservasi dari Kantor Balai Taman Nasional di Jalan AMD, Talang Jambe, Palembang.

Informasi Lebih lanjut hubungi 

Balai Taman Nasional Sembilang
Jl. AMD Kelurahan Talang Jambi – Kecamatan Sukarami, Palembang 30152
Telp.: (62) 711 419737 atau 7839200
Fax.: (62) 711 419737

Source https://gpswisataindonesia.info https://gpswisataindonesia.info/2016/01/hutan-mangrove-taman-nasional-sembilang-musi-banyuasin-sumatera-selatan/
Comments
Loading...