Warning: unlink(/tmp/5914058945c6f253f68cbf38062a4c44-GokbgZ.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Hidroponik Agrofarm Bandungan

0 70

Hidroponik Agrofarm Bandungan

Hidroponik Agrofarm Bandungan adalah sebuah pertanian modern dengan mengunakan sistem media air tanpa menggunakan media tanah di mana kebutuhan nutrisi pada tanamannya melalui air, pertanian ini sangat cocok untuk daerah yang kebutuhan ainya sangat sedikit. Hasil dari Hidroponik Agrofarm Bandungan didedikasikan secara keseluruhan hasilnya untuk membiayai siswa SMK Theresiana yang tidak mampu agar para murid disini mempunyai karakter yang baik pada bidang pertanian serta siap kerja dan kedepannya bisa menjadi rekan kerja dengan PT Hidroponik Agrofarm Bandungan.

Hasil dari Hidroponik Agrofarm Bandungan sekarang banyak di jumpai di Carrefour, Transmart, Giant dan bahkan sekarang mampu mengirim pesanan ke Jakarta dan pulau Bali. Tetapi mereka juga melayani pasar tradisional jika ada pesanan ke sini juga. Tanaman yang ada di Hidroponik Agrofarm Bandungan adalah tomat (cery dan beef), paprika dan sayuran (selada dan oriental) dimana jenisnya ada 15 varian.  Pada Hidroponik Agrofarm Bandungan ini menggunakan 3 system hidroponik yaitu irigasi tetes (drip irigation), NFT (nutrient film teknik) dan floating raft (rakit apung).

 

Sistem NFT (nutrient film teknik) di gunakan untuk sayuran salada yang disini ada 15 varian jenis sayuran yang terbagi dua yaitu selada dan oriental. Selain oriental bibitnya masih import di mana kebutuhan ini di Indonesia belum ada. Masa tanam disini di kenal dengan istilah 12,12,12 artinya 12 hari masa semai, 12 hari masa remaja, 12 hari masa produksi. Selada yang ada disini jenisnya ada 10 varian antara lain jenis romen, batavia, lolorosa, jansen, karina dan kristin.

Pada sistem floating raft (rakit apung) sistemnya hampir sama dengan NFT (nutrient film teknik), hanya bedanya kalau NFT (Nutrient Film Teknik) airnya setebal film kalau di floating raft (rakit apung) ketebalan air antara 7 sampai 10 cm dengan media atasnya (apungnya) berupa styrofoam dengan tebal 1 cm. Disini di kenal dengan istilah 18, 21 artinya 18 hari masa semai, 21 hari masa produksi. Pada system ini lingkungan sekitar media tanamnya menggunakan geo tektil yang berfungsi supaya lumut tidak tumbuh pada daerah ini. Sedangkan pada irigasi tetes (drip irigation) digunakan untuk tanaman tomat, baik tomat jenis cerry maupun jenis beef. Jenis tanaman tomat cerry sangat di gemari karena rasanya selain manis, ada rasa asam tetapi segarnya juga.

Jenis tomat beef banyak di gunakan untuk pelengkap masakan sayuran juga banyak digunakan sebagai tambahan sayuran pada burger, jenis ini dagingnya lebih tebal dengan kandungan air yang lebih sedikit. Kedua jenis tomat ini dari masa semai sampai masa produksi kurang lebih 2 setengah bulan dan secara terus menerus menghasilkan buah selama 8 bulan secara terus menerus. Masa panen setiap 2 hari sekali dengan hasil sekitar 80-90 kg, dimana perkilogramnya harganya mencapai Rp. 60.000,- Suatu hasil yang sangat menguntungkan dan mengiurkan.

Bahkan pada paprikapun menggunakan irigasi tetes (drip irigation) dengan hasil yang sangat bagus. Masa tanam sama dengan tomat. Setelah semua hasil pertanian ini di panen, di letakan pada tempat khusus yaitu packing house dimana hasil pertanian ini akan dicuci kemudian di letak pada tempat khusus (packing) yang kemudian di kirim atau bila ada yang beli sudah siap, tinggal ambil saja. Rasa yang di hasilkan dengan system hidroponik rasanya lebih segar dan lebih crispi atau reyah.

Hidroponik Agrofarm Bandungan

Jl. Ngasem No.1111, Jombor, Jetis, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah

Source https://myimage.id https://myimage.id/hidroponik-agrofarm-bandungan/
Comments
Loading...