Gunung Bungsu

0 134

Gunung Bungsu

Gunung Bungsu yang berada di kawasan Payakumbuh ini, berada di Kenagarian Taeh Bukik, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Walaupun suasana alam di wilayah ini sangat alami, namun akses ataupun jalan menuju lokasi Taeh Bukik sudah cukup bagus dan mulus, sayangnya varian kendaraan umum tidak begitu banyak untuk menuju lokasi ini.

 

Walaupun tidak begitu banyak, bukan berarti anda tidak bisa menuju lokasi ini dengan angkutan umum. Ada beberapa angkutan yang bisa membawa anda kesini seperti ojek, atau bendi yang serupa seperti delman. Jika dihitung dari pusat kota Payakumbuh, jaraknya hanya sekitar 14 – 15 kilometer, jadi tidak begitu jauh.

Untuk anda yang membawa kendaraan sendiri, anda tidak perlu khawatir, jalur yang akan anda lalui sudah cukup bagus dan mulus. Anda bisa langsung menuju Taeh Bukit dan memulai perjalanan anda dengan menyusuri jalan yang menghubungkan Payakumbuh dengan Pekanbaru.  Anda cukup mengikuti petunjuk jalan, atau jangan segan untuk bertanya pada penduduk sekitar agar anda tidak salah jalan. Untuk naik ke atas Gunung Bungsu, anda bisa menitipkan kendaraan anda di rumah penduduk.

Bagi anda yang sedang di Ibukota Padang, jangan khawatir, selain bisa menggunakkan kendaraan sendiri, anda juga bisa menggunakkan kendaraan umum seperti bus maupun travel. Untuk travel sendiri, anda akan dikenakan ongkos sekitar Rp 25.000 – Rp 50.000*) per orangnya. Jika anda langsung ingin menggunakkan travel, angkutan ini akan langsung mengantar anda sampai ke Taeh Bukik.

Wisata Cukup banyak potensi yang ditawarkan dari gunung yang memiliki ketinggian hanya 1253 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini yang bisa membuat anda merasa lebih segar dan lepas dari penat. Walaupun tidak begitu tinggi seperti gunung-gunung lain pada umumnya, gunung ini memiliki banyak keistimewaan yang mampu menarik perhatian para wisatawan yang menyukai wisata alam dan olahraga ekstrem.

Selain pemandangan yang indah disekitar pegunungan dengan sawah-sawah yang menghijau, gunung ini paling sering digunakkan untuk menjadi track bersepeda gunung, atau mountain bike. Struktur lintasannya berupa tanah merah serta cukup terjal. Sehingga, sangat diperlukan keahlian serta kendali yang baik. Apalagi jika setelah turun hujan, biasanya track ini akan menjadi lebih licin.

Lokasi jalur sepeda ini, dulunya pernah menjadi track yang digunakkan untuk event Jelajah Nusantara pada tahun 2006 silam. Anda akan melewati jalur menanjak bahkan menurun yang cukup curam dan berbahaya. Bahkan ada kalanya anda tidak bisa sambil mengayuh sepeda anda, melainkan terpaksa menuntun sepeda yang anda bawa untuk menghindari bahaya. Walaupun begitu, track ini sangat menantang dan menjadi lokasi favorit bagi para pecinta sepeda gunung.

Tak hanya sebagai track sepeda gunung, salah satu tempat di ketinggian 1102 mdpl, anda bisa mencoba olahraga paralayang dan mendarat di ketinggian 600 mdpl. Untuk anda yang ingin bergabung dengan para pecinta paralayang ini, anda bisa bergabung di Fast Club Limo Puluh Kota. Setelah bergabung, anda akan dilatih agar anda bisa lebih mahir melakukan kegiatan paralayang ini. Tetapi, bagi anda yang belum terbiasa, tetapi ingin mencoba, anda bisa datang tiap hari-hari libur dan melakukan paralayang tandem, yakni paralayang berboncengan, di dampingi oleh ahli.

Selain itu, jalur pendakian yang akan anda hadapi, cukup ekstrem, bahkan pendaki professional pun terkadang merasa kesulitan untuk melewatinya. Jalur pendakian yang akan anda temukan berupa tanjakkan terjal. Awal pendakian, anda masih menemukan tanjakkan yang memiliki kemiringan sekitar 45 derajat, tetapi kemudian, anda pasti akan menemukan tanjakkan yang memiliki kemiringan 60 derajat bahkan hingga 80 derajat.

Maka dari itu, pendaki juga harus mampu memanjat tanah. Pendakian dari jalur normal memakan waktu sekitar 3 jam, tetapi ada jalur yang lebih cepat yakni bisa tembus sekitar 1-2 jam saja.  Sayangnya, jalur ini lebih ekstrem karena anda akan menemui tanjakkan dengan kemiringan 80 derajat sebanyak 3 kali. Untuk menuju jalan pintas ini, anda bisa lewat melalu persimpangan sebelum musholla di kaki gunung, kemudian setelah melihat batu besar, anda tinggal lurus saja.

Sebuah adat istiadat yang masih berlangsung di tempat ini adalah, kegiatan Basyafa. Yakni mendaki Gunung Bungsu pada bulan Safar dalam tanggalan hijriah, kemudian membaca Sholawat serta Yasin ketika tiba di puncak.  Biasanya, kegiatan ini berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit yang tak kunjung sembuh. Ritual Basyafa, diwajibkan untuk tidak boleh mengambil air selama perjalanan menuju puncak di sumber mata air manapun.

Tips Pendakian Gunung Bungsu

  • Jika anda berniat mendaki, sebaiknya memulai pada tengah malam atau sekitar jam dua atau tiga. Sehingga, anda bisa tiba di puncak pada pagi hari ketika matahari terbit serta anda bisa melihat keindahan kota Payakumbuh dari atas di pagi hari.
  • Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah pada bulan Safar pada penanggalan hijriah. Selain Gunung Bungsu menjadi lebih ramai, anda juga bisa melihat tradisi Basyafa yang sering dilakukan oleh masyarakat Taeh Bukik sendiri, maupun masyarakat dari wilayah lain di Sumatera Barat.
  • Datanglah pada hari minggu ataupun hari libur nasional lainnya jika anda ingin mencoba paralayang tandem di Gunung Bungsu.
  • Potensi alam seperti Gunung Bungsu ini menawarkan banyak aktivitas olahraga sembari menikmati keindahan alam. Maka dari itu, sangat disayangkan jika anda tidak meluangkan waktu anda untuk mendatangi dan mencoba sendiri salah satu olahraga ekstem di sini. Jadi, siapkan fisik dan sampai jumpa di Gunung Bungsu!
Source http://infopercutiandibukittinggi.blogspot.com http://infopercutiandibukittinggi.blogspot.com/2014/09/gunung-bungsu-di-kabupaten-50-kota.html
Comments
Loading...