Gua Maria Sendang Purwaningsih, Wisata Religi Kota Malang

0 35

Gua Maria Sendang Purwaningsih

Gua Maria Sendang Purwaningsih berada di Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Gua Maria Sendang Purwaningsih merupakan salah satu tempat tujuan para peziarah khususnya umat Katolik di daerah Malang dan sekitarnya. Untuk mencapai tempat peziarahan ini dari Kota Malang bisa menuju arah Kepanjen, lalu lurus ke arah selatan melewati Bendungan Karangkates dan Pagak lalu berbelok ke kiri menuju Sumbermanjing Kulon terus menuju ke Donomulyo. Sebelum sampai ke Gereja Katolik Paroki Ratu Damai Purworejo, berbelok ke kanan di mana Gua Maria Sendang Purwaningsih berada.

Berbeda dengan Gua Maria yang sudah dikenal luas seperti Puhsarang di Kediri dan Sendangsono di Kulonprogo, Gua Maria Sendang Purwaningsih ini kelihatan cukup sunyi. Tempatnya berada di rimbunnya pepohonan lebat dan bebatuan yang berada sejauh sekitar satu kilometer dari jalan. Namun, itulah keistimewaannya sehingga di Sendang Purwaningsih diliputi kesenyapan dan serasa mendamaikan hati dan batin bagi yang akan datang. Tempat ini berada di atas tanah padas dan terdapat papan semedi dan palerepanPalerepan adalah aula untuk bermalam atau bisa juga digunakan untuk mengadakan acara kerohanian.

Untuk selanjutnya, ia lebih dikenal dengan nama Fransiskus Xaverius Doeto Oetomo. Enam orang saudaranya mengikutinya dan dipermandikan. Mereka kemudian membangun diri sebagai keluarga kristiani. Kelompok kecil inilah yang kemudian menjadi perintis umat paroki Purworejo di antaranya yaitu keluarga Ambrosius Pademo, Y. Wiramijo, Paulus Darmosusanto, dan St. Mitrah. Pada tahun 1938 kelompok kecil ini mengajukan permohonan agar di Desa Purworejo dibuka sekolah misi. Permohonan mereka dikabulkan. Maka pada tanggal 1 Agustus 1938 dibukalah Sekolah Rakyat Katolik yang diampu oleh seorang guru, yaitu A. Dibjasoesanto. Sekolah menjadi sarana kerasulan, meski pada kurun waktu 1938-1945 banyak tantangan yang harus dihadapi. Zaman penjajahan Belanda dan Jepang dengan situasi politik menjadi hambatan bagi perkembangan gereja Katolik.

Pernah sekali peristiwa patung Bunda Maria ini dicuri oleh seseorang dan dibuang di Sungai Purworejo. Hal itu diketahui, karena ada seseorang yang sedang mencari ikan di sungai menemukan arca itu. Pada tanggal 19 September 1959 Bapak FX Doeto Oetomo wafat. Jenazahnya dimakamkan di makam Katolik Purworejo. Setelah FX Doeto Oetomo wafat, istri dan tujuh orang putranya pindah rumah ke Jalan Trisula Malang. Halaman rumahnya yang dipakai untuk tempat ziarah ditinggalkan. Antara 1959-1970 setiap bulan Mei dan Oktober selalu diselenggarakan Misa Kudus setiap ada pembukaan dan penutupan bulan Maria dan bulan Rosario. Yang hadir di samping umat Paroki Purworejo sendiri juga umat dari paroki lain, khususnya dari Paroki Kota Malang. Sejak tahun 1971-1985 gua tersebut tidak mungkin dijangkau oleh para peziarah karena terjadi tanah longsor sehingga jalan ke gua putus oleh aliran sungai.

Pada tahun 1984 Dewan Paroki beserta pastor Paroki Purworejo, yaitu Pastor H. Demmer, O Carm merencanakan untuk membangun kembali tempat untuk menghormati Bunda Maria. Rencana pembangunan tersebut direalisasikan tepat pada hari raya Pesta Perak Paroki Purworejo pada 1985. Tempat yang dipilih adalah puncak Bukit Trianggulasi, dekat sumber hayati. Tempat ini sebelum ditempati bangunan gua, berupa tanah padang rumput yang gundul tanpa tanaman yang menghijau. Beberapa umat Katolik sering mengadakan meditasi di tempat itu. Tempatnya cukup sepi karena jauh dari perumahan penduduk, sehingga mudah menciptakan suasana hening. Pembangunan dikerjakan secara gotong royong, khususnya dalam membentuk teras-teras agar tanah tidak habis tererosi. Umat Islam pun ikut berperan serta dalam kerja bakti membangun tempat ziarah itu.

Pada tanggal 25 Mei 1986 gua ini diberkati oleh Uskup Malang, Mgr. FX. Hadisoemarto, O Carm. Nama gua tersebut atas kesepakatan bersama tetap menggunakan nama yang pernah dipakai umat terdahulu, yaitu Sendang Purwaningsih. Kemudian tempat ziarah ini dilengkapi dengan sebuah sumur atau sendang Purwaningsih yang diberkati oleh Pastor H. Demmer, O Carm pada tanggal 10 Mei 1990. Pada saat itu, secara resmi Gua Maria Sendang Purwaningsih dibuka untuk tempat peziarahan umat Katolik yang tinggal di sekitar lokasi. Selanjutnya dibangun pula sebuah pendopo untuk berteduh, gudang, dan Panti Samadi. Juga telah diupayakan penghijauan lokasi agar para peziarah merasa nyaman karena dapat berteduh. Dengan demikian, diharapkan para peziarah dapat berziarah dengan tenang, khusuk, dan tidak merasa bosan. Akhirnya di tempat ini banyak umat Katolik dari berbagai paroki berdoa, memanjatkan doa syukur ataupun permohonan.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/3656/gua-maria-sendang-purwaningsih/
Comments
Loading...