Gua Maria Santok, Kota Sambas

0 144

Gua Maria Santok merupakan gua alam yang berada ± 50-an km dari kota Sambas. Oleh masyarakat sekitar, gua ini diserahkan kepada Gereja Katolik, secara khusus kepada Biarawan Ordo Kapusin untuk ditata demi menjaga kelestarian alam di sekitarnya dan sekaligus sebagai kawasan wisata rohani. KAPUSIN menyambut dengan baik penyerahan kawasan gua ini karena tujuannya sejalan dengan Visi dan Misi Kapusin, yang salah satunya adalah mau terlibat dalam kehidupan kemasyarakatan dan upaya menjaga kelestarian alam.

Selain di kawasan Gua Maria Santok, Kapusin juga sudah berkarya menjaga kelestarian alam di berbagai tempat, antara lain di kawasan Rumah Pelangi Gunung Benuah (Ambawang), Kompleks Biara Kapusin Alverna (Sanggau Kapuas), kawasan pelestraian alam di hulu Riam Merasap (Sanggau Ledo), dan lain sebagainya.Visi dan Misi Kapusin ini didasarkan pada spiritulitas St. Fransiskus Assisi yang dikenal sebagai Pelindung Pelestari Lingkungan Hidup; dan memiliki pemahaman dan relasi yang mendalam dengan Allah dan seluruh ciptaan.

  

Berkat relasinya yang mendalam dengan Tuhan, ia mampu melihat bahwa alam ciptaan dan sesama manusia adalah saudara dan saudarinya; serta merupakan lambang dan tanda kehadiran Sang Pencipta. Gua Maria Santok secara resmi digunakan sebagai tempat wisata rohani setelah ditandai dengan Misa Pemberkatan yang dilakukan oleh Mgr. Hieronymus Bumbun, OFMCap., selaku Uskup Agung Pontianak, pada tahun 1992.

Sejak diresmikan, Gua Maria Santok dipersembahkan/dibaktikan secara khusus kepada Bunda Maria. Dari tahun ke tahun, jumlah umat yang datang untuk berdoa di Gua Maria Santok terus meningkat. Oleh karena itu, pada setiap hari Minggu pada bulan Mei dan Oktober diadakan Misa Kudus di Gua Maria Santok. Direncanakan pada waktu yang paling tepat, yaitu jika sudah ada tenaga imam yang menetap di kawasan ini maka Misa Kudus juga akan dipersembahkan pada hari-hari khusus yang berkaitan dengan Bunda Maria.

Perayaan khusus tersebut adalah: (1) Hari Raya St. Maria Bunda Allah [1 Januari]; (2) Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah [2 Februari]; (3) Peringatan Penampakan St. Maria di Lourdes [11 Februari]; (4) Hari Raya St. Maria Menerima Kabar Sukacita [25 maret]; (5) Pesta St. Maria Mengunjungi Elisabet [31 Mei]; (6) Hari Raya St. Maria Diangkat ke Surga [15 Agustus]; (7) Pesta Kelahiran St. Perawan Maria [8 September]; (8) Peringatan St. Maria Dipersembahkan kepada Allah [21 November]; dan Hari Raya St. Maria Dikandung Tanpa Dosa [8 Desember].

Gereja melakukan semuanya ini karena Gereja percaya bahwa dengan cinta keibuannya, Maria akan selalu memperhatikan dan mendoakan putera-puterinya, baik yang masih dalam perziarahan di dunia ini maupun yang sudah meninggal dunia. Gereja juga percaya dan yakin bahwa pada saat yang tepat, berkat doa dari Bunda Maria, maka segala permohonan yang disampaikan oleh Gereja melalui Bunda Maria, dengan perantaraan Putera-Nya Yesus Kristus, akan dikabulkan oleh Allah Bapa di Surga.

Keunikan dari Gua Maria Santok yaitu Misa dan segala bentuk devosi kepada Bunda Maria diadakan di dalam gua alam tersebut. Untuk meningkatkan upaya pelayanan kepada para peziarah maka dalam waktu dekat direncanakan akan dibangun secara bertahap beberapa unit penginapan dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya untuk menambah dan melengkapi fasilitas yang sudah ada namun masih sangat sederhana. Semoga Gua Maria Santok semakin dikenal dan menjadi salah satu pilihan tempat ziarah dan wisata rohani untuk ke depannya, sebagaimana diungkapkan John Wahyudi, OFMCap & F.X Suherman Uyeng.

Source http://www.kalbariana.web.id http://www.kalbariana.web.id/gua-alam-sarana-pupuk-penghayatan-iman-melihat-dari-dekat-gua-maria-satok-sambas/
Comments
Loading...