Goa Weta : Destinasi Wisata Sejarah di Kepulauan Talaud

0 62

Pulau Karakelang adalah pulau terbesar di Talaud, yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan di Melonguane, ibu kota Talaud. Menjelajah ke pulau ini adalah sebuah petualangan yang diwarnai decak kagum keindahan alam yang masih masih sangat alami. Di sana-sani sajian panoramanya adalah soal kejernihan air laut, langit biru yang bersih dan hijau daun yang subur. Pengunjung di Pantai Karakelang bagian Timur, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara mengendarai sepeda motor untuk menikmati pantai panjang berpasir lembut itu.

Bertandanglah ke Beo, sekitar 25 kilometer dari Melonguane melalui jalan darat, sajian panorama keindahan pantai tak akan habis-habisnya. Deburan ombak yang memecah di pasir putih, karang dan akar bakau adalah nyanyian pengiring perjalanan. Lewati pasir panjang Tambio’e dan mari jelajahi hutan menuju sebuah goa, tak jauh dari Beo, sekitar 15 menit berkendara ke arah Rainis. Goa itu dinamakan oleh penduduk dengan nama Goa Weta, yang diambil dari nama orang yang menemukannya sewaktu penjajahan Jepang dulu. Dari cerita yang tertutur, goa ini dijadikan sebagai tempat persembunyian dari tentara Jepang pada waktu itu.

Mereka tinggal berbulan-bulan di dalam goa untuk menghindari tentara Jepang, dan hanya keluar jika waktu malam.  Kondisi alam di sekitar goa Weta masih sangat natural. Pohon-pohon besar tumbuh menambah kehijauan warna rumput dan lumut. Jalan setapak menurun menghantar ke pintu goa, yang langsung menyambut dengan untaian stalaktit bergradasi dari abu-abu ke hijau. lebar goa yang berukuran sekitar 3 meter memudahkan untuk mengeksplorasinya. Di bawahnya air dingin menunggu, sebatas pinggang hingga ke arah dalam goa.

Goa ini mempunyai panjang sekitar 400 meter dan tembus ke ujung goa lainnya di perbukitan. Jika masuk ke dalam goa maka variasi antara staklatit dan stalakmit di dasar goa akan menjadi sebuah sensasi petualangan. Apalagi kepakan sayap kelelawar kecil sering menjadi kejutan tak terduga. Pastikan anda membawa senter kepala dan penerangan lainnya. Cahaya matahari tak tembus ke dalam goa. Petualangan ke Goa Weta semakin seru jika disertai dengan rencana bertenda menikmati alam sekitarnya. Sebab di lokasi ini banyak terdapat burung endemik Talaud, Sampiri yang mulai terancam punah dan dilindungi itu.

Jadikan diri anda bijak dengan tidak menimbulkan kegaduhan seperti yang diiginkan tetua kampung di sana. Bukankah berwisata alam adalah salah satu cara menghormati alam? Di Beo tak sulit menemukan pemandu. Ada sekelompok pecinta alam yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Alam Karkelang yang siap menghantar anda mengeskplorasi ke berbagai sudut di pulau Karakelang. Selain ramah, mereka juga sudah terlatih dan sangat menguasai pulau indah itu. Seindah namanya, Porodisa.

Source https://otomotif.kompas.com https://otomotif.kompas.com/read/2015/07/12/121700627/Menelusuri.Goa.Weta.Sepanjang.400.Meter.di.Bumi.Porodisa.?page=2
Comments
Loading...