Goa Tengkorak : Obyek Wisata Sejarah di Kab. Paser

0 19

Goa Tengkorak

Mengapa tulang belulang dan tengkorak kepala harus diletakkan di dalam goa dan goa itu selalu berada di ketinggian? Kukira itulah peradaban masa lalu yang sederhana. Setiap orang yang meninggalkan disemayamkan dulu di suatu tempat tertentu. Kelak, jika sudah menjadi belulang, baru dipindahkan ke dalam goa.

Pertama, semakin tinggi Goanya, barangkali semakin tinggi pula penghormatan kepada pemilik belulang dan tengkorak itu. Kedua, semakin tinggi dan sulit mencapainya, semakin amanlah tengkorak itu dari jamahan binatang. Seperti itukah latar belakangnya? Entahlah. Aku hanya mengira-ngira saat melihat dari dekat Goa Tengkorak di Batu Sopang Kabupaten Paser Mei.

Sebagaimana di tempat lain, umumnya goa berada di gunung atau bukit Karts. Tengkorak-tengkorak yang kulihat di Desa Kesungai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur, sekitar 145 kilometer sebelah barat daya Kota Balikpapan ini juga diletakkan di tebing goa bukit karts, sekitar 40 m dari permukaan tanah.

Goa itu sebenarnya hanya sebuah ceruk di tebing, ruangan dengan tinggi sekitar 1,5 meter, lebar 2 meter, panjang 3 meter. Tapi, di ujung ceruk itu masih ada sebuah lorong sempit yang entah seberapa panjang ke dalam tebing. Goa di gunung karst bisa jadi di luar tampak kecil, namun sebenarnya sebuah lubang ke perut Bumi yang besar dan panjang.

Puluhan tengkorak dan tulang belulang manusia tersusun rapi di goa ini. Ada 35 tengkorak dan 170 tulang belulang serta sejumlah serpihan tulang. Menurut warga setempat, tulang belulang manusia yang disusun rapi itu adalah mayat nenek moyang mereka. Goa dapat dicapai dengan mudah karena berada di sebuah desa yang terletak di pinggir jalan trans Kalimantan Balikpapan-Banjarmasin. Tepatnya berada di sebelah kanan jalan dari arah Balikpapan ke Banjarmasin.

Sebuah papan petunjuk kecil dipasang di pinggir jalan. Jarak dari jalan utama hingga goa sekitar empat kilometer dengan jalan tanah, namun bisa dilewati kendaraan roda empat hingga Desa Kesungai. Dari jalan raya kita harus masuk ke jalan kecil menyeberangi sungai dengan melewati jembatan gantung. Sebenarnya dari sini sudah terlihat mulut goyang di tebing karts tersebut, karena di depannya lapangan terbuka.

Jembatan gantung bisa dilewati kendaraan roda dua. Tidak susah untuk naik ke atas tebing karena sudah dibangun tangga dan menara menuju ke ceruk berisi tengkorak itu. Hamsyi, penjaga goa menuturkan bahwa tengkorak tersebut berasal dari mayat warga di sekitar goa itu yang pada masa lalunya menganut kepercayaan Kaharingan. Waktu itu, warga belum mengenal agama dan mayat-mayat tidak dikuburkan.

Mayat itu hanya diletakkan dalam sebuah lubang kayu yang sengaja dibuat. Baru satu tahun berikutnya, setelah mayat tinggal tengkorak dan tulang belulang, dibongkar dan diletakkan di ceruk atau goa- goa di dinding batu. Sebelum memindah tengkorak, diadakan upacara khusus.

Demikianlah sebuah peradaban masa lalu. Kita bisa melihat Goa dalam bingkai sejarah, budaya dan wisata. Sejarah masa itu berhadapan dengan gaya hidup masa kini karena di depan goa ini terdapat wisata Tirta buatan. Sebuah paradoks di depan mata. Jangan dilewatkan dan segeralah agendakan untuk melihat keunikan bumi Daya Taka, Kabupaten Paser wilayah selatan.

Source http://visitkaltim.id http://visitkaltim.id/blog/goa-tengkorak-paser
Comments
Loading...