Goa Tappareng Pasongi, Salah Satu Wisata Sejarah di Kolut

0 93

Goa Tappareng Pasongi

Objek Wisata Goa Pasongi atau goa laut yang dijunjungkan jaraknya dari ibu kota kabupaten Kolut menghabiskan waktu 41 Km. Untuk menuju lokasi, pengunjung kerap menitip kendaraan pada salah seorang rumah warga di desa itu. Saya bersama seorang rekan saya mencoba mengunjungi goa yang dikenal punya kisah mistis seputar kejadian-kejadian aneh yang ada di dalamnya.

Dari depan rumah tempat penitipan kendaraan itu pula bersebelahan dengan rute menuju lokasi goa yang hanya dibatasi jalur poros Trans Sulawesi Kolaka-Luwu Timur.  Kita akan diperhadapkan dengan jalan setapak dan langsung berjalan menanjak, merayap, menyusup diantara lebatnya rumput liar searah jarum jam pukul 11.00 karena kondisi bukit cukup curam lagi berbatu tetapi jaraknya hanya kurang lebih 50 meter saja dari jalan raya.

Langit-langit dan dasar Goa Tappareng Pasongi itu dihiasi stalaktit dan stalagnig yang unik. Bunyi dentuman tetesan air dari ujung batu kerucut yang terbentuk dari kucuran bola bening itu nampak terdengar jelas di telinga secara bergantian. Suara risih burung walet pun bersahut-sahutan dan beterbangan kesana kemari. Jika diukur, luas mulut goa  diperkirakan kurang lebih 20-30 meter persegi dan menghadap searah terbenamnya matahari.

Di dalam goa itu terdapat genangan air sedalam dada-heler orang dewasa yang jernih. Kita akan berjalan menurun dengan kemiringan 80 derajat dengan berjarak 15 meter dari mulut goa. Tempat ini kerap dikunjungi masyarakat untuk sekedar melepas penat maupun membersihkan badan dengan berendam. Di lokasi saya menjumpai beberapa orang yang kebetulan hendak kembali dengan membawa sebuah karung  berisi bongkahan-bongkahan batu lengkap dengan palu di tangan yang habis dipreteli dalam goa untuk dijadikan batu permata cincin ala Indonesia masa kini.

Source https://gonganoa.wordpress.com https://gonganoa.wordpress.com/2015/12/10/pudarnya-aura-goa-tappareng-pasongi-yang-tak-lagi-perawan/
Comments
Loading...