Gereja Ijen Malang, Katedral Terindah di Indonesia

0 103

Gereja Ijen Malang, Katedral Terindah di Indonesia

Gereja Ijen merupakan salah satu tempat ibadah yang menjadi wisata religi ada di Pusat Kota Malang, tepatnya di Jalan Guntur No. 2, Malang. Letaknya yang strategis dan arsitekturnya yang indah menjadikan bangunan ini sering menjadi pusat perhatian siapapun yang melintasinya. Bahkan, lokasi ini merupakan tempat favorit bagi para fotografer dan pengamat arsitektur. Gereja Katedral yang dirancang oleh arsitek Rijksen en Estourgie dan dibangun oleh pemborong NV Bouwundig Buerau Siten en Louzada ini mulai dibangun pada 11 Februari 1934. Awalnya gereja ini bernama Theresiakerk atau Gereja Santa Theresia. Baru pada tahun 1961, gereja tersebut berganti nama menjadi Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel.

Penyebutan ‘katedral’ sendiri berasal dari letaknya yang berada di tengah–tengah kota dan menjadi Area Keuskupan Utama di kota Malang. Sehingga selain dikenal dengan nama Gereja Ijen dan Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, gereja ini juga kerap disebut dengan Gereja Katedral Malang. Dilihat dari bangunannya, Gereja Katolik ini memang merupakan salah satu peninggalan kolonial Belanda bersama dengan bangunan–bangunan lain yang terletak di Jalan Ijen. Yang menarik, Gereja Ijen merupakan perwujudan arsitektur Neo-Gothik khas Belanda, sehingga merupakan peninggalan kuno bersejarah. Ciri khas dari gaya Gothik tersebut adalah lengkungan yang bertemu melancip ke atas dan memberikan ekspresi ke atas yang sangat sesuai dengan bangunan ibadah.

Penerapan dengan konsisten prinsip simetris terhadap sumbu dan bukaan fasad bangunan dengan menggunakan konsep perulangan Golden Section menjadikan bangunan berkesan monumental. Selain konsep perulangan, Gereja Ijen berukuran cukup besar dengan ketinggian ruang yang sangat mengagumkan dan merupakan salah satu simbol gereja Katolik. Pengaruh material modern seperti baja membuat Gereja Ijen terlihat lebih kokoh. Oya, hampir tiap gereja katedral memiliki bentuk dasar denah yang hampir sama yaitu berbentuk salib. Demikian juga pada gereja ini, tak hanya gaya Eropa saja diterapkan pada bentuk denahnya, namun material yang digunakan juga didatangkan langsung dari Eropa.

Untuk mengunjungi Gereja Ijen, Anda tidak perlu bingung sebab banyak angkot yang melintasi gereja ini. Dari Terminal Arjosari atau Landungsari, pengunjung bisa menggunakan angkutan umum berkode ADL. Dengan ongkos sebesar Rp 3.000, kita bisa langsung turun tepat di depan Gereja Ijen. Jika menggunakan kendaraan pribadi, tinggal arahkan kendaraan menuju Jalan Ijen. Bangunan gedung yang indah akan langsung terlihat dari jalan tersebut.Yang paling menarik dari Gereja Ijen yaitu arsitekturnya yang memukau. Ragam hias Belanda kuno di setiap bangunannya terasa sangat khas. Dua menara tinggi mengapit pintu masuk utama yang berhiaskan salib besar.

Di menara sisi kanan, terdapat jam kuno berwarna coklat muda. Untuk masuk Gereja Ijen, Anda bisa melalui pintu depan atau pintu belakang lewat jalan di sebelah kiri gereja. Begitu memasuki gedung, Anda akan langsung disuguhi lukisan–lukisan yang berjajar cantik di dinding gereja. Lukisan–lukisan ini mengisahkan perjalanan Yesus Kristus serta Bunda Maria disertai dengan keterangan berdasarkan kitab suci. Beberapa patung juga berdiri di beberapa titik ruang gereja. Di belakang gereja berdiri patung Bunda Maria sedang menggendong Yesus Kristus saat masih berusia balita. Patung ini dikelilingi tanaman–tanaman hias dan berbentuk seperti altar.

Source http://surabaya.panduanwisata.id http://surabaya.panduanwisata.id/wisata-religi/gereja-ijen-malang-katedral-terindah-di-indonesia/
Comments
Loading...